Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

Cerita Dewasa - Aku, Pembantu dan Suamiku

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku ♥

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku – Linda mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sedang-sedang saja, sesekali mulutnya bersenandung kecil mengikuti lagu yang sedang diputar pada stereo- tape, panasnya udara Jakarta pada siang hari yang terik itu tak mempengaruhi siapapun yang berada didalam kendaraan itu, karna Air-conditioner selalu siap memanjakan siapa pun yang berada didalamnya dengan hembusan udara sejuknya.

Sementara disampingnya seorang wanita berusia sekitar 25 tahunan yang nampak lugu,dengan posisi duduk agak kaku dan tidak rilek,sesekali pandangannya menerawang mengamati seisi ruangan didalam mobil, terbersit perasaan canggung berada didalam mobil semewah itu, baru kali ini didalam hidupnya ia berada didalam mobil seperti itu, dialah Inah,wanita desa berasal dari Sukabumi yang barusaja dijemput oleh Linda dari terminal bus antar kota, untuk dipekerjakan dirumahnya.

Inah walaupun seorang wanita desa namun berwajah cukup manis berkulit kuning langsat dan memiliki tubuh yang sekal,bentuk payudara indah, montok,namun tidak terlalu gemuk dan merupakan seorang janda yang sudah satu tahun cerai.

Inah dicerai suaminya karna sudah 7tahun perkawinan mereka belum dikaruniai anak,sehingga suaminya menceraikannya,namun Inah dengan tabah menerima kenyataan itu dan akhirnya setelah hampir satu tahun hidup menjanda dikampung ia merasa jenuh dan kemudian ia putuskan untuk pergi keJakarta setelah ada ajakan dari Linda yang bersedia mempekerjakan Inah dirumahnya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga.

Linda seorang General-Manager muda yang cantik, yang berusia 36 tahun dari perusahaan Otomotif yang cukup bonafids. Linda sengaja mengambil pembantu yang menarik seperti Inah adalah disamping untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga juga untuk variasi dalam petualangan sexnya dengan suaminya Rudi, yang berusia sekitar 38 tahun yang bekerja sebagai pejabat di departemen perpajakan.

Tak heran bila penghasilan Rudi begitu besar,tak sebanding dengan gaji yang semestinya ia terima,maklum seperti sudah menjadi rahasia umum bahwa bagian pajak adalah lahan yang basah, beruntung ia tidak tertangkap seperti Gayus tambunan …

Setelah sampai dirumah Linda menyuruh Inah untuk istirahat setelah makan siang
“Nah, ini kamarmu dan dilemari itu ada beberapa pakaian untuk kau kenakan, dan itu ada alat-alat kosmetik bisa kamu gunakan.” sambil menunjuk keatas meja rias.
“Ini untuk saya nyah..ta..tapi..” jawab Inah gugup saat melihat seisi ruangan.
“Sudah jangan banyak tanya nanti aku ajarkan kau menggunakannya.”

Sepeninggalan Linda Inah terheran-heran menyaksikan alat-alat kosmetik yang diberikan oleh nyonyanya. “Untuk apa nyonya memberikan kosmetik yang beraneka ragam seperti ini. dan tentu mahal harganya.” sambil berfikir ia memperhatikan seisi ruangan. ruangan yang cukup nyaman pikirnya, tidak sesuai dengan kamar pembantu.

Diatas meja tersedia TV lengkap dengan DVD Player, lalu ia membuka lemari dan terlihat pakaian-pakaian yang tidak pernah ia lihat sebelumnya serta pakaian-pakaian dalam yang sexy dengan corak dan warna yang mencolok serta menantang.

Lalu ia membuka laci dimeja tv, tampak dia lihat beberapa cassette dvd yang bergambar orang-orang bule sedang bersetubuh,yang ia ketahui sebagai dvd porno.

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

Setelah ia mandi ia berfikir sebenarnya apakah pekerjaan dia dirumah ini, kalau hanya seorang pembantu rumah tangga mengapa disediakan fasilitas-fasilitas seperti ini namun dia berfikir lagi Ah, tak perdulilah mau jadi apa kek.., mau diapain kek.. yang penting aku telah senang disini dan akan aku nikmati segalanya. Pikirnya. Seraya ia putar dvd porno yang juga pernah ia tonton dirumah tetangganya dikampung waktu ia menjanda disana.

Senja telah tiba dan Rudi baru saja pulang dari kantornya seraya memarkir mobilnya digarassi. Selesai memasukan mobilnya digarassi,Rudi berpapasan dengan Inah yang sedang menyapu halaman. Yang langsung disapa oleh Inah dengan agak menunduk.

“Selamat sore tuan.” sapa Inah dengan ramah.
“Oh..ya..ya..sore,sore kamu tentu Inah ya, kapan datang?” tanya Rudi dengan agak gugup karna terpana dengan kemolekan tubuh Inah.

“Tadi siang tuan, dijemput oleh nyonya diterminal.” jawab Inah.
“Oh, begitu, tapi tolong jangan panggil saya tuan, kau bisa panggil aku Om atau bapak.”
“Ma-af tuan.. eh..Om, ma-af Om.” jawab Inah gugup.

Rudi segera menemui Linda yang sudah menunggu didalam,dan seraya memuji.
“Ah, gila bahenolnya. hebat juga kamu dapetin tuh cewek, aku langsung horny nih Lin.”
“Dasar kamu kontol nakal begitu ngeliat cewek montok langsung semaput.” sambil tangan nya meremas penis suaminya itu.

“Aduuh… kau main remes aja aku jadi tambah konak nih”.
Sambil meremas kemaluan milik suaminya Linda berbisik lembut diteliga Rudi “Sabar sayang kita akan pesta nanti malam menikmati ayam kampung dari Sukabumi itu.” seraya dia berikan kecupan lembut kebibir suaminya.

Sekitar pukul 21.00 setelah mereka selesai makan malam Linda memasuki kamar Inah dengan mengenakan sepatu lars tinggi berwarna merah serta celana dalam seksi dan BH berwarna merah dengan rias wajah yang menantang serta rambut disasak seperti wanita dalam film-film Blue. Inah serta merta merasa kaget hampir tidak mengenali yonyanya tersebut “Ya, ampun, ada apa nyah?” pekiknya.

“Tenang nah kita akan melakukan permainan yang mengasyikan yang tentu kau pun akan menyukainya.” Dengan lembut Linda mejelaskan,sambil jari jemarinya yang lentik serta dihias pewarna kuku itu mengusap usap piggul Inah.

“Permainan apa nyah ? ”
“Nanti kamu akan tahu sendiri, sekarang mari aku bantu mengenakan pakaian yang aku berikan padamu.” Inah masih terheran-heran ketika Linda mulai membantu mengenakan stoking serta menghias wajah Inah dengan make-up yang menantang.

Sambil memberi make-up pada wajah Inah mata Linda tertuju pada beberapa CD yang tergeletak diatas meja tv.
“Rupanya kau telah menonton film-film itu nah, bagaiman asyik enggak..?” tanya Linda sehingga Inah tampak malu-malu.
“Habis iseng sih nyah, makanya saya stel film itu, dikampung kadang-kadang juga suka nonton film begituan dirumah tetangga, yah, namanya juga janda, iseng nyari hiburan.” Jawab Inah polos.

“Kamu mau nah, melakukan seperti yang ada difilm itu.?” Tanya Linda,sehingga Inah tampak semakin kikuk mendengar pertanyaan Linda
“Ah, nyonya bisa aja, saya kan janda nyah sama siapa saya akan melakukannya.”
“Kalau sama suamiku kamu mau nah?” hampir terbelalak Inah mendengar ajakan nyonyanya itu, bagaimana mungkin dia berhubungan badan dengan tuannya sementara nyonyanya tahu.

“Lihatlah dirimu dicermin itu kau tampak sexy pasti suamiku tergila gila melihatmu.“ Inah terheran-melihat penampilannya didepan cermin namun dalam hati timbul rasa bangga melihat betapa sexy dan menggairahkan dirinya dengan penempilan seperti itu mirip seperti wanita-wanita difilm porno yang tadi siang ia tonton.

Ketika Inah terpesona dengan dirinya, Linda menuntun Inah keruang utama dan disana Rudi sudah menunggu dengan hanya mengenakan celana dalam. Rudi tampak seperti tersihir melihat penampilan Inah sehingga benda yang berada didalam celana dalamnya tampak semakin menonjol.

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

“Woow.. sangat luar biasa begitu seksi dan sangat menantang.” pujinya Inah tampak tersipu malu namun juga merasa terangsang melihat Rudi yang berwajah tampan serta berbadan atletis hanya mengenakan celana dalam sehingga tampak menggairahkan bagi seorang janda kesepian seperti dirinya.

Linda segera mengecup bibir suaminya dan saling berpilin lidah sambil tangan Linda meremas remas batang penis Rudi yang sudah menegang, lalu Linda melorotkan celana dalam Rudi dan mendorong Rudi kesofa sehingga Rudi terduduk disofa dengan penis mengacung Linda segera membelai belai batang penis Rudi dan menjilatiya, sementara Inah memandaginya sambil berdiri, Linda sambil berjongkok semakin gencar mengulum penis Rudi.

Lalu menarik lengan Inah. “Inah kau berjongkok disini pegang kontol ini dan lakukan seperti yang aku lakukan, jangan sungkan-sungkan kau bebas melakukan apapun yang kau mau.”
Lalu dengan ragu Inah memegang kemaluan Rudi dan memasukannya kedalam mulutnya mula-mula ia agak canggung namun nafsu yang sudah begitu besar membuat ia tak peduli ia telan habis batang penis itu seperti yang ia lihat difilm Blue.

Sementara Rudi terus merem melek menahan nikmat. Linda menghampiri Rudi dan melumat lidah Rudi seraya berbisik. “Bagaima sayang telah kau rasakan mulut wanita desa itu dengan kontolmu.”
“Zzzzzz…..aaaaaaaahhh…!! sedaaap sekali lin kontolku serasa diawang-awang..aaaaaeehh teruuuss naah enaakk niiihh. ”

Inah semakin bersemangat mengulum batang rudal Rudi, lalu lidahnya turun kebawah dan menjilati biji pelirnya serta mengisap-hisap buah telur milik Rudi. Dan Rudi semakin meracau tak karuan. Linda segera berdiri disofa dan mengarahkan vaginanya kewajah Rudi.

“Hisap memekku sayang.“ perintah Linda, segeralah Rudi melumat vagina Linda sambil batang zakarnya dihisap Inah. Linda memejamkan matanya saat Rudi menjilati dan melumat vaginanya sambil tangannya memegang tembok dibelakang sofa.

“Iya, terus rud, jilati memekku aiiih.. ah..ah iya terus rud, itilnya rud… itilnya kau jilat uuuuuhh..asyiiiik.” Rudi semakin bersemangat mendengar racauan Linda ia semakin bernafsu melumat vagina Linda yang sudah basah tersebut.

Sementara Inah dengan penuh nafsu dia lumat terus batang penis Rudi. satu tahun menjadi janda tanpa pernah sekalipun melakukan hubungan badan membuat dia sangat haus sekali dengan permainan sex apalagi ditambah dengan seringnya ia menonton vcd porno bertambah saja menumpuk nafsu birahinya yang iya pendam selama setahun, selama dikampung apabila ia habis menonton vcd porno ingin sekali ia melakukan adegan-adegan yang ada difilm tersebut namun tak pernah kesampaian.

Hingga pada akhirnya ia berada disini dan segala impianya itu bisa ia wujudkan disini dengan pria setampan Rudi, maka seluruh nafsu birahi ia tumpahkan disini sambil terus melumat kontol Rudi tangan kirinya mengobel-ngobel memeknya sendiri hingga memeknya tampak basah.

Hampir sepuluh menit Inah meghisap kontol Rudi dan Rudi mennjilati memek Linda, dan Linda segera turun dari sofa dan segera menungging dilantai yang telah dipasang karpet permadani tersebut.
“Ayo rud! entot memekku dari belakang.” sambil tangannya menggosok-gosok memeknya.

Rudi segera mengarahkan kontolnya tepat dimulut memek Linda lalu dia tekan seluruhnya memek Linda yang sudah basah tersebut. Linda memejamkan mata saat batang rudal Rudi menembus liang memeknya serasa nikmat menjalari tubuh Linda hingga mulutnya berkicau tiada henti.

“Zzzzz..aaaaahhhh, uuh..uuh terus rud. Goyang terus rud yang kenceng rud ooooohh..yea oooohh..yea memekku terasa nyaman sekali rud. eenaaaaak tenaan.” Rudi terus menancapkan batang kontolnya dengan sekuat tenaga kelobang memek Linda, irama yang terdengar dari memek Linda sangat erotis karna memek Linda sudah basah cloooob….clooob ….clooob sleeb..sleeb…sleeb begitu seterusnya secara berirama sehingga Inah degan terpana menyaksikan bagaimana kontol Rudi menusuk-nusuk memek Linda.

Inah melihat dari jarak hanya sekitar 10 cm sehingga dengan jelas dia dapat melihat betapa indahnya saat kontol Rudi keluar masuk memek Linda, sambil tangannya mengobel ngobel kemaluannya sendiri ia sudah tidak sabar ingin merasakan hantaman kontol Rudi.

Linda sambil menikmati hantaman kontol Rudi ia menyaksikan apa yang diperbuat Inah lalu tersenyum dan berkata “Inah kamu jangan ngeliatin aja dong, kamu jilatin kontol suamiku, jangan malu-malu kan sudah aku bilang kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau, kau praktekan apa yang pernah kamu lihat divcd porno.”

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

Sebenarnya memang itu yang diinginkan oleh Inah maka tanpa ragu-ragu ia hisap buah pelir Rudi sambil terus batang kontol Rudi keluar masuk memek Linda. Maka serasa ganda kenikmatan yang dirasakan oleh Rudi yaitu kenikmatan memek Linda dan kenikmatan hisapan mulut Inah di buah pelirnya.

Rudi memejamkan mata sambil menusuk-nusukan kontolnya kememek Linda “Aahh, asssiiik terus nah hisapi biji pelerku nikmaaaaat iya teruuuuss kalau perlu kau telan semua. Sssssss…. Aaaaahhh.” Inah terus melumat pelir Rudi sambil sesekali menjilati batang kontol Rudi yang masih terselip diantara memek Linda.

Melihat keinginan Inah untuk menjilati batang kontolnya maka Rudi segera mencabut kontolnya dari memek Linda, kontol tersebut sudah basah oleh cairan memek Linda, dan ia masukan kemulut Inah.

“Hisap kontolku nah aku tau kau sangat menginginkannya.” dengan rakus Inah langsung melumat batang kontol Rudi yang telah basah oleh cairan memek Linda tersebut. hanya beberapa saat Rudi langsung menusukan kembali kedalam lubang memek Linda, ia kocok beberapa kali lalu ia keluarkan kembali dan ia masukan lagi kedalam mulut Inah, Inah menghisapnya beberapa saat untuk kemudian Rudi menusukan lagi kedalam memek Linda ia kocok beberapa kali lalu ia keluarkan dan dimasukan kembali kemulut Inah untuk dihisap, begitu serusnya secara berirama.

Hingga pada akhirnya Linda berteriak
“Aaaaaahhh terus rud kocok yang kuat aku mau keluar niiih.” Rudi terus menghatam memek Linda dengan sekuat tenaga dan dengan irama yang sangat cepat, dan akhirnya Linda sampai pada puncaknya.

“Aaaaaaaaaaahhh….aaaasyyyyyyiiik ennnnnnnaaaaaaaaak ooooooooohh….” Begitu banyak cairan yang keluar dari memek Linda sehingga menimbulkan bunyi yang indah saat kontol Rudi mengocoknya.

jrrrrrrrooot….jrrooooot….clloook…cloook…clooop Linda tersenyum puas sambil terus menugging dan Rudi masih menghantam memeknya.

Lalu Linda berseru. “Stop rud, sekarang kau giliran mengentot memek Inah.” Linda segera bangkit dan mendorong tubuh Inah hingga terlentang dilantai.
“Nah sekarang kau akan merasakan nikmatnya batang kontol suamiku, aku tau kau sudah tidak sabar bukan..?” sambil tangan Linda mengobel –ngobel memek Inah.

“Iya nyah aku sudah kepingin sekali nyah.” lalu Linda meraih kontol Rudi dan dihisapnya beberapa saat lalu berbisik kepada Rudi.
“Sekarang kau entot memek wanita desa ini Rud.” sambil tangan nya membelai kontol Rudi yang sudah tegang ia berikan kecupan mesra pada suaminya.

“Selamat menikmati sayang.” lalu ia tuntun batang kontol Rudi kearah lubang memek Inah yang mengangkang ia tekan kontol Rudi hingga masuk seluruhnya liang memek Inah. Inah terpejam saat batang kontol Rudi menembus kelubang memeknya nikmat yang sudah lama tidak ia rasakan kini ia rasakan kembali dengan pria yang setampan Rudi dan batang kontol yang begitu besar.

“Aaaaahhhh asyyyyyyik …terussss, legit Ooom. enaaak, sssssssssess….aaaaahhh. enaak Eeeuuuuuuuyy.” terus Inah meracau tanpa rasa canggung karna rasa canggung nya telah terbenam oleh rasa nafsu dan nikmat yang begitu menggelora.

Rudi menggigit bibir bawahnya karna merasakan legitnya memek Inah yang belum pernah ia rasakan sebelumya. “Bagaimana rud enak memeknya?” bisik Linda.
“Luar biasa lin, gurih sekali barang wanita kampung ini aaaaaahhh…..aaaaahhh…. zzzzzz…aaahhh.” Linda mengecup bibir Rudi sambil tangan nya membantu mendorong pantat Rudi agar lebih tandas masuk kememek Inah.

Inah terus meracau tak karuan dengan logat sunda yang masih kental sambil pantatnya ia goyang mengimbangi hantaman kontol Rudi.

“Enaaak eeuuyy aaaaaahhh, ayu atuh Oom. geol yang kuat.” Rudi tak tahan melihat sexy nya tingkah laku Inah lalu ia lumat dengan rakus bibir Inah dan mereka saling berpilin lidah, Inah dengan nafsu langsung menyambut ciuman Rudi sambil ia cengkram kepala Rudi dengan kedua tangan seolah-olah tidak ingin ia lepaskan.

Melihat adegan itu Linda segera berinisiatif untuk menjilati batang kontol Rudi yang keluar masuk memek Inah sambil sesekali ia jilati juga memek Inah sehingga Inah merasakan semakin nikmat saat lidah Linda menjilati bibir memeknya.
“Iya nyah assyik nyah jilatin terus nyah geli euy.”

Mendengar perkataan Inah, Linda semakin bersemangat menjilati bibir memek Inah dan juga itilnya sehingga Inah semakin blingsatan.

Hampir lima menit Rudi menggojlog memek Inah dan memek Inah tampak semakin basah oleh cairan birahinya. Sementara Linda mulai menjilati biji pelir Rudi dan juga lubang anus Rudi tak luput dari jilatannya sehingga Rudi merasa geli-geli nikmat saat ujung lidah Linda menggelitik lubang anusnya.
“Iya enaak lin terus kau jilati lubang pantatku aaahhh….aaaaahhh…geli, lin.”

Rasa nikmat yang dirasakan Rudi dari dua sisi yaitu dari batang kontolnya yang menembus memek Inah dan lubang pantatnya yang dijilati Linda, membuat ia tidak tahan dan akhirnya sampailah pada klimaksnya disertai jeritan panjang Rudi.

“Aaaaaaaaaaaaaah aku keluar liiiin…” Disusul pula secara bersamaan oleh jeritan Inah yang mencapai orgasme.
“Aduuuuh ennaaaak euuuy.. ” sehingga susana sangat riuh pada saat detik-detik kenikmatan tersebut.

Dan Rudi segera mengeluarkan batang kontolnya, Linda dengan cepat menyambut cairan air mani yang keluar dari kontol Rudi dengan mulutnya, begitu banyak sperma yang keluar sehingga mulut Linda serasa penuh oleh cairan gurih-gurih asin itu.

Sperma tersebut menghiasi juga pipi dan dagu Linda, Inah pun segera bangkit dan menjilati sisa-sisa sperma dari batang kontol Rudi.

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

Melihat Inah menghisap-hisap kontol Rudi untuk mendapatkan sisa-sisa sperma, Linda segera tanggap dan ia tarik rambut Inah sehingga Inah tertengadah dengan mulut menganga lebar, lalu Linda menumpahkan sebagian sperma Rudi yang berada dimulutnya kedalam mulut Inah yg telah menganga, Inah dengan rakus langsung menelannya bahkan sperma yang melekat didagu dan pipi Linda ia jilati pula. Linda dan Inah akhirnya saling berpilin lidah dan saling berciuman untuk menikmati sperma yang ada dimulut masing-masing.

Rudi terduduk disofa sambil menyaksikan atraksi yang erotis yang diperagakan oleh Linda dan Inah.
Dan akhirnya Inah bersandar dibawah sofa sambil melepas lelah dengan meminum segelas Orange juice. Linda berbaring telentang diatas karpet sambil menikmati rokok Sampoerna A mild kesukaannya. Sementara Rudi duduk disofa sambil menenggak sekaleng bir Heineken.

Kira-kira setengah jam mereka melepas lelah sambil berbincang-bincang dan menyantap makanan kecil, tubuh mereka sudah mulai pulih kembali, Linda segera menangkap batang kontol Rudi dan menghisapnya lalu memberikannya pada Inah.

“Nah ini, ayo kau hisap kita akan segera melakukan permaian kedua yang lebih mendebarkan dan yang belum pernah kau alami sebelumnya, dan pasti kau akan menyukainya pula.” Inah segera menghisap kontol Rudi dengan bersemangat, dan Linda membisikan sesuatu pada Rudi.

“Ayo rud, kita segera akan melakukan Anal sex, anusku sudah tidak tahan menerima hantaman batang rudalmu.”
“Iya sayang aku pun sudah tidak tahan untuk menikmati lubang anusmu yang legit itu.” bisik Rudi pula.sambil mengobel lubang anus Linda.

Lalu Linda terlentang diatas karpet sambil mengangkang dan menusuk-nusukan jari telunjuknya kedalam lubang anusnya sendiri sambil sesekali mengoleskan air liur pada lubang anusnya.
“Bagaimana Inah apakah sudah siap batang kontol yang kau hisap itu untuk menghantam lubang anusku, cepat aku sudah tidak tahan nih.”

“Iya, sebentar nyah” Lalu Inah segera mengeluarkan batang kontol Rudi dari mulutnya dan segera menuntunnya kearah lubang anusnya.
Rudi segera menekan kontolnya kedalam lubang dubur Linda serasa peret dan enak, batang kontolnya serasa dijepit oleh anus Linda dan Lindapun memejamkan matanya menahan nikmatnya batang kontol Rudi menusuk nusuk anusnya “Aaaaaaahhh…asssyyyik terus rud hantam lobang pantatku auh..auh..iya, iya.”

Rudi terus menggenjot kontolnya secara berirama sambil memejamkan matanya dan tersenyum nikmat merasakan batang kontolnya yang dijepit oleh anus Linda, serasa nikmat membawa tubuhnya keawang-awang.

Inah terpana menyaksikan kontol Rudi yang begitu besar menembus tanpa ampun kedalam lubang dubur Linda, namun Linda tampak merasa nikmat yang luar biasa. Sungguh permainan yang belum pernah dirasakan oleh Inah sebelumnya namun Inah sering menyaksikannya divcd porno, dan ia ingin sekali mencobanya dengan Rudi.

Inah segera menjilati biji pelir Rudi dari belakang sambil sesekali ia jilati pula batang kontol yang terselip diantara lubang pantat Linda, sampai pada akhirnya ia jilati pula lubang dubur Rudi, mula-mula ia agak jijik namun setelah beberapa saat ia mulai merasakan kenikmatan tersendiri yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Maka dengan rakus ia jilati terus lubang dubur Rudi sampai ia tancapkan ujung lidahnya kedalam dubur tersebut, Menerima aksi Inah yang atraktif tersebut membuat Rudi semakin merasakan kenikmatan yang luar biasa, lubang duburnya serasa digelitik benda lembut saat Inah menancapkan ujung lidahnya kedalam dubur Rudi.

Sementara Rudi memejamkan mata saat menikmati dubur Linda dan juga lubang duburnya yang dijilati oleh Inah.
“Aaaaah…. Asyyyiiiiik jilatin terus lubang pantatku nah, masukan seluruh lidahmu kedalam anusku, serasa sukmaku melayang…sseess..aah.”

Linda memeluk leher Rudi dan melumat bibir Rudi dan mereka saling beradu lidah dalam menikmati permainan tersebut.

“Aaahh teruuuus rud, goyang terus batang kontolmu kedalam lubang pantatku, tandaskan seluruhnya rud, biarkan sukmaku melayang karna nikmat yang kau berikan ini.” Rudi terus menghantam dubur Linda dengan kekuatan penuh, sementara lidah Inah masih terus bergerilya didalam lubang anus Rudi.

Pada menit kesepuluh permainan tersebut, mereka merubah posisi, kini Rudi telentang dikarpet, sementara Linda diposisi atas dengan berjongkok membelakangi wajah Rudi, setelah Inah menghisap beberapa saat batang kontol Rudi lalu Linda mulai memasukannya kembali kedalam lubang pantatnya dan langsung memompanya sambil berjongkok dengan irama yang mula-mula lambat hingga lama kelamaan sangat cepat.

“Hihh …hihhh..hihh.. rasakan goyanganku ini rud semoga kau menikmatinya.”
“Iya terus lin enak sekali kontolku serasa tersedot oleh lubang anusmu.”

Kemudian Rudi segera memerintahkan Inah untuk memberikan memeknya kemulutnya, maka segera saja Inah berjongkok diatas wajah Rudi dan Rudi dengan rakus segera menjilatinya sehingga Inah menggigit bibir bawahnya sambil matanya terpejam karna merasakan nikmat.

“Aaaaaah…asyiiiik om, geli-geli enaaaak terus Oom. emmmmmmm..aaahhh.” Inah terus meracau sambil menjambak rambut Rudi, dan Rudipun tidak hanya menjilati memek Inah tetapi ia mulai pula menjilati lubang dubur Inah, sehingga Inah semakin merasa nikmat dan juga agak geli saat ujung lidah Rudi menggelitiki lubang dubur Inah, sehingga ia sesekali tertawa manja saat merasakannya.

“Aiiihh…auuw…geli Oom.hiii..hiii..hiii…aiihh.. auuw..auuw… hiii…hiii..hiii tapi asyiik om, geli-geli enak, terus om.. terruuuuss.. mmmmmmm..ahhhh.”

Lebih dari sepuluh menit Linda memompa batang kontol Rudi dengan lubang anusnya sambil berjongkok membuat peluh ditubuhnya bertambah deras hingga ia merasa kehabisan tenaga dan menghentikan kegiatan tersebut. Lalu ia berbisik kepada Inah “Nah, sekarang giliran lubang pantatmu yang menerima hantaman kontol Rudi, apakah kamu sudah siap, nah…?” seraya mengecup bibir Inah dengan mesra.

“ Iya, nyah saya sudah tidak sabar ingin merasakannya nyah ”
“Rud, apakah kau sudah siap untuk mengentot lubang pantat Inah yang masih perawan itu” bisik Linda kepada Rudi.
“Ow.. tentu sayang, aku sudah tidak sabar untuk memerawani lubang anus wanita desa yang seksi dan mulai nakal ini.”
Lalu Linda segera telentang dan memerintahkan Inah untuk menungging diatas tubuhnya.

“Kau akan merasakan sesuatu yang menakjubkan dalam hidupmu nah, saat melakukan permainan ini.” dan Inahpun segera menungging diatas tubuh Linda yang telentang dengan posisi memek Inah tepat berada diatas wajah Linda dan posisi memek Linda berada didibawah wajah Inah, seperti posisi 69.

Lalu Linda segera menjilati lubang dubur Inah dan mencolok-colok nya dengan jari telunjuk sambil mengoleskan air ludah kedalam dubur Inah, Lalu Rudi segera memasukan batang kontolnya kedalam mulut Linda untuk kemudian Linda menghisapnya dengan rakus beberapa saat kemudian ia keluarkan batang kontol Rudi dari mulutnya dan mulai ia arahkan kontol Rudi kelubang dubur Inah.

“Selamat menikmati sayang.” bisik Linda dan Rudi pun langsung menekan batang kontol nya kearah anus Inah yag telah basah oleh air ludah Linda, ia tekan dengan lembut dan penuh perasaan karna memang agak sulit memasukan batang kontolnya kedalam lubang pantat yang masih perawan seperti Inah.

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

Beberapa kali sempat meleset dan akhirnya berhasil juga tembus berkat usaha Linda membantu menuntunnya serta melumasinya dengan air ludah. Pada saat tembus kedalam lubang duburnya, Inah sedikit meringis karna merasa agak perih, namun kira-kira beberapa detik kemudian ia mulai merasakan kenikmatannya sehingga ia tampak memejamkan matanya merasakan nikmat.

“Mmmmmmmmm..aaaaahhh.. asyyiiiiiik..terus om, entot lobang dubur saya om, enaaak….” Inah menikmati tusukan batang kontol Rudi yang menghantam lubang anusnya sambil menjilati memek Linda yang berada dibawah wajahnya.
Inah benar-benar merasakan petualangan yang mengasyikan dan ia benar-benar menikmati itu semua.

Rudi menikmati keperawanan anus Inah sambil memejamkan matanya, sambil sesekali meringis karna anus Inah serasa masih begitu sempit dan peret karna belum pernah dimasukan oleh batang kontol, berbeda dengan lubang anus Linda yang sudah sering dihantam oleh berbagai macam kontol. Sehingga Rudi tidakbisa menggoyang batang kontolnya dengan terlalu keras, namun harus penuh kelembutan dan penuh perasaan.

Linda beraksi dengan menjilati pangkal kontol Rudi yang masih tersisa diluar anus Inah serta menjilati lubang memek Inah secara bergantian, sambil merasakan kenikmatan lubang memeknya yang dijilati oleh Inah.

Hampir sepuluh menit Rudi menikmati anus Inah, dan Rudi segera mengeluarkan batang kontolnya dan ia masukan kemulut Linda untuk dihisap, Linda menghisapnya dengan rakus, aroma anus Inah masih terasa melekat pada kontol Rudi sehingga menambah rasa kenikmatan tersendiri bagi Linda hingga dengan lahap ia melahap kontol Rudi tersebut.

Hanya beberapa detik kemudian Rudi memasukan kontolnya kembali kedalam dubur Inah, lalu ia pompa beberapa kali dan ia keluarkan lagi dan dimasukan kembali kedalam mulut Linda untuk dihisap oleh Linda, begitu seterusnya untuk bebeberapa kali. karna Rudi mengerti Linda sangat suka menikmati kontol yang baru saja dikeluarkan dari lubang anus.

Aroma anus yang melekat pada batang kontol sangat membangkitkan gairah bagi Linda, itulah yang dikatakan oleh Linda kepada Rudi beberapa waktu lalu.

Akhirnya, setelah Inah menerima hantaman kontol Rudi yang bertubi-tubi pada lubang duburnya, dan juga jilatan lidah Linda pada lubang memeknya, sampailah Inah pada puncak kenikmatannya disertai dengan jeritan yang keras.

“Aaaaaaaaaaaaaaaahhh….. enaaaakk… Euiiiiiiiiiiiiiiiyy.” Maka tumpahah cairan hangat yang bening keluar dari lubang memek lnah, dan Linda dengan rakus langsung menghirup cairan tersebut dan menelannya. Beberapa saat kemudian disusul oleh jeritan Rudi yang telah mencapai klimaks.

“Aaaaaaaah… aakku.. keluar lin…” dan Rudi segera menarik keluar batang kontolnya dan dikeluarkan air maninya diatas lubang dubur Inah. Crrroooot……crrrrroottt…crooot…. Banyak sekali sperma Rudi yang keluar memenuhi sekitar lubang anus Inah, dan dengan rakusnya Linda segera menjilati sperma disekitar lubang dubur Inah tersebut dan ditelannya sampai habis, sampai dijilatinya kedalam lubang dubur Inah dengan harapan masih tersisa air mani Rudi.

” Mmmmmm…nyeemmm…nyeemm..nyeemm. gurih sekali air manimu rud, apalagi bercampur dengan aroma dubur Inah serasa nikmat tiada tara…” sambil terus menjilati sisa-sisa air mani Rudi yang terselip didalam lubang anus Inah.
Inah terkapar lemas diatas tubuh Linda yang masih menjilati lubang anusnya.

Inah terkapar lemas namun senyum bahagia tampak terlukis diwajahnya karna benar-benar ia merasakan kenikmatan yang luar biasa, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dan tak akan pernah ia lupakan sampai kapanpun. Dan ia berharap ini jangan cepat-cepat berakhir, karna ia ingin terus merasakan kenikmatan seperti ini lagi.

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

Di minggu pagi itu udara cukup cerah, mentari pagi menyinari kota Jakarta dengan hangat, seolah-oleh mengucapkan “selamat-pagi” kepada seluruh warganya, yang telah menjalankan rutinitas yang menjenuhkan selama 6 hari sebelumnya.

Salah satu dari warga Jakarta itu adalah Linda, seorang eksekutif muda super sibuk,yang menghabiskan 6 hari kerjanya dengan jadwal kerja yang cukup padat. Namun setiap hari minggu ia selalu menyempatkan diri untuk pergi ke Salon.

Linda termasuk type wanita yang selalu menjaga penampilannya, maka apabila tidak ada kepentingan yang terlalu mendesak dia selalu sempatkan diri untuk pergi kesalon setiap hari minggu. Disamping selalu rutin pergi kesalon ia juga tidak ketinggalan mengikuti senam Aerobic ataupun Body language untuk menjaga stamina tubuhnya agar tetap prima.

Pagi itu ia mengenakan rok mini dengan atasan Tank-top, dan bersiap untuk berangkat ke salon dan sanggar senam. Sebelum berangkat terlebih dulu ia temui Inah.

“ Nah nanti jangan lupa kau bereskan semua piring-piring sisa sarapan yang ada dimeja makan,lalu kau cuci pakaian yang ada dikamar mandi ”
“ Iya nyah..” jawab Inah.

Lalu ia temui Rudi yang sedang duduk diberanda depan sambil membaca surat kabar pagi “Yang, aku jalan dulu ya, habis dari salon aku langsung mampir kesanggar senam, mungkin sekitar jam 2 siang aku kembali.” seraya memberikan kecupan pada pipi Rudi.

“Ya, hati-hati ya lin” Lalu Linda segera meluncur dengan kendaraannya.
Sepeninggalan Linda, setelah Rudi selesai membaca surat kabar pagi dilihatnya Inah sedang membenahi sisa sarapan dimeja makan. Rudi memperhatikan pantat Inah yang dari belakang dibalik dasternya yang tipis jelas terlihat pantat Inah yang padat berisi sehingga membangkitkan lagi gairah birahi Rudi walaupun telah ia nikmati Inah semalam.

Rudi segera menghampiri Inah dan langsung menyibak bagian bawah daster Inah, lalu ia remas pantat Inah. Mula-mula Inah merasa kaget namun begitu mengetahui itu adalah Rudi Inah hanya tersenyum dan terpekik manja.

“Auuw…oom, ada apa sich.. masih belum puas semalam.om, mau lagi ya.? aku juga masih mau lagi om.habis enak sich.”

Mendengar perkataan Inah yang genit dan manja membuat Rudi semakin bernafsu, sehingga ia pelorotkan celana dalam Inah, seraya Inah merenggangkan kedua kakinya sambil tangannya berpegangan pada meja makan, sehingga memek Inah terlihat jelas tersembul dari belakang,dan Rudi dengan leluasa menjilatinya dengan rakus,membuat Inah merem melek menahan nikmat.

“Aaaaaaahh…teruuuuss..oom.asiiik. jilatin terus memek saya om..mmmm..”
Beberapa menit kemudian Rudi menghentikan jilatannya untuk mengambil selai strawberry dimeja makan. Sehingga membuat Inah sedikit protes.

“Aduuuh..om, koq malah mau makan roti lagi sich, saya kan sudah enggak tahan nich..” Inah mengira Rudi ingin makan roti karna Rudi mengambil selai strawberry yang biasa digunakan untuk memakan roti.
“Eeeiit..siapa yang mau makan roti, aku mau makan apem koq, apem kepunyaanmu yang sangat legit itu, dan akan bertambah legit bila diolesi dengan selai strawbery.”

Lalu Rudi mengoleskan selai tersebut pada memek dan lubang dubur Inah yang berdiri sambil berpegangan tangan pada meja makan, lalu Rudi menjilati memek Inah yang telah diolesi strawberry tersebut, serasa nikmat tiada tara dirasakan oleh Rudi sarapan pagi spesial itu, Inah berdiri sambil kedua kakinya direnggangkan dan tangan berpegangan pada meja makan, sehingga agak sedikit seperti menungging, sehingga Rudi dengan leluasa menjilati lubang memek Inah dari bawah sambil berjongkok.

“Nah.. lubang memekmu benar-benar lezat setelah aku oleskan dengan selai ini ” Rudi semakin rakus menjilati memek Inah sampai kedalam liang vaginanya, sehingga membuat Inah merintih merasakan nikmat sampai-sampai tangannya meremas taplak meja makan.

“Eemmmmmmm…..ahhhhhhhhhh..asyyyyyiik teruusss om. enak sekali ”
Setelah puas menjilati memek Inah,Rudi beralih menjilati lubang pantat Inah.
“Sekarang aku ingin menikmati lubang pantatmu yang legit ini, pasti lebih enak ” berkata Rudi,sambil menambahkan selai strawberry pada lubang dubur Inah.

“Iya om, itu yang saya tunggu-tunggu cepet om, udah enggak sabar nich ” rengek Inah. Rudi segera menempelkan ujung lidahnya pada lubang dubur Inah dan menggelitiknya sehingga Inah terengah-engah menahan nikmat.

“Auuw..auuw..aah asiiik om,geli, terus om ezzzzzzh… ahh” setelah selai pada lubang dubur Inah habis ditelan Rudi, Rudi segera memerintahkan Inah untuk telentang dilantai dan ia suruh Inah untuk menekuk kakinya. dan Inah menekuk kakinya, dengan cara menarik kedua kakinya hingga kedua kakinya menyentuh lantai disamping kepalanya, lalu Rudi memasukan selai strawberry, dengan terlebih dahulu ia kobel lubang dubur Inah dengan jari telunjuknya.

Sehingga lubang dubur Inah ternganga maka dengan mudah Rudi dapat memasukan selai kedalamnya sehingga didalam dubur Inah penuh dengan selai, kemudian Rudi menyuruh Inah untuk mengeluarkannya dengan cara mengedan seperti orang buang air besar, maka Inah segera mengedan dan keluarlah selai strawberry dari dalam dubur Inah lalu segera dihirup dengan rakus oleh Rudi.

Lalu Rudi berdiri dan menyuruh Inah untuk menghisap batang kontolnya,mula-mula Inah menjilati batang kontol Rudi dengan lembut lalu mulai menelan batang kontol Rudi sampai seluruhnya masuk kedam mulut Inah sehingga ujung kontol Rudi sampai menyentuh tenggorokan Inah, lalu Inah mulai menghisapnya maju mundur dengan lembut secara berirama, sehingga membuat Rudi memejamkan mata merasakan nikmatnya.

“Iyaaa..…teruss sayang..hisap kontolku.. kalau perlu kau telan semua batang kontolku.”
“Hiya..hoom, honhol..hoom huga.. hengak (iya om,kontol om juga enak).. hek..ghlohg..ghlohg..ghlohg.” jawab Inah sambil terus menghisap batang kontol Rudi,sehingga agak kurang jelas terdengar.

Lalu Inah menyuruh Rudi untuk menginjakkan kaki kanannya diatas kursi, sehingga Inah dapat dengan leluasa menjilati lubang anus Rudi dari bawah, Inah menyibak anus Rudi dengan kedua jari jempolnya sehingga mengaga dengan jelas lubang anus Rudi dan dengan leluasa Inah memasukan ujung lidahnya kedalamnya, lalu menggelitiknya, sehingga Rudi merasa nikmat bagai melayang disurgawi seluruh sukmanya.

“Oooohh..inaaah.. kau semakin pandai sayaaang, terus nah, jilati terus lubang pantatku..aduuuuuh..niikmaaaat”
mendengar pujian Rudi Inah semakin bersemangat menjilati pantat Rudi, iya jilati terus dengan gerakan yang berfariasi didalam dubur Rudi.

Beberapa saat kemudian Rudi mulai menyuruh Inah untuk berdiri dan kedua tangan Inah bertumpu pada meja makan serta kedua kakinya membuka lebar seperti menungging, sehingga lubang memek Inah terlihat menantang, dan Rudi segera memasukan batang kontolnya kedalam memek Inah. Sleeeb.. masuklah batang kontol Rudi kedalam lubang memek Inah didertai dengan pekik tertahan Inah yang merasakan nikmatnya hantaman kontol Rudi.

“Aaaahh…asyik om, tancepin terus om mmmmm….ahhh.” sambil mata Inah terpejam, sementara Rudi mengocok lubang memek Inah semakin keras sambil matanya ia pejamkan merasakan sukmanya melayang diawang-awang. mulut Inah terus meracau tak karuan sambil mengimbangi hantaman kontol Rudi dengan goyangan pantatnya yang memutar,sehingga Rudi semakin bertambah nikmat batang kontolnya berkat goyangan pantat Inah tersebut.

“Aaaaaah..teruss sayang goyang batang kontolku..asyik…aaaah.” berkata Rudi sambil terus mengocok kontolnya kedalam memek Inah, sementara Inah semakin bersemangat memutar buah pantatnya.
“Ayuuh..oom, entot lobang memek saya yang kuat biar tambah asyiik. Uuuuuhhh…”

Rudi mulai tancap gas dan ia hantamkan kontolnya didalam lubang memek Inah dengan kekuatan penuh dan kecepatan yang tinggi, sehingga meja makan yang menjadi tumpuan Inah bergoyang cukup keras sehingga menimbulkan bunyi yang berirama,seirama dengan bunyi yang berasal dari gesekan kontol Rudi dan memek Inah yang telah basah oleh cairan memek sehingga menimbulkan bunyi yang erotis cllloohp….cllooohp…clloohp.

“Iyaaaahh…terrruuusss,oom hantam memek saya yang kuat…hehk..hehk..hehk..aaahh”
Kira –kira beberapa menit kemudian Rudi menghentikan kegiatannya, dan mengeluarkan batang kontolnya dari dalam memek Inah, lalu ia membisikan sesuatu kepada Inah dengan mesra.

“Sayang, mari kita mulai masuki permainan yang lebih mengasikan, aku akan menikmati lubang duburmu yang menggairahkan ini” sambil jari telunjuknya mengobel lubang pantat Inah.

“Iya..om,Inah juga sudah enggak sabar pingin ngerasain lagi lubang pantat Inah dientot oleh kontol om yang legit ini.” jawab Inah dengan manja,sambil tangannya meremas batang kontol Inah,sehingga membuat Rudi semakin gemas,sehingga Rudi mencium bibir Inah dengan rakus.

Lalu Rudi mulai mengarahkan batang kontolnya kedalam lubang anus Inah, setelah terlebih dulu ia oleskan anus Inah dengan air ludahnya, mulailah ia tekan masuk batang kontolnya kedalam lubang anus Inah diiringi oleh pekik manja Inah yang merasakan kenikmatan.

“Aaaaaahh…asyiik..oom, entot terus lobang bo-ol(anus) Inah, rasanya asyik om…zzzzzzhhh..aaaahh.” batang kontol Rudi keluar masuk lubang pantat Inah dengan lembut, sementara Rudi merasakan surga dunia saat menikmati lubang anus Inah yang sempit dan perat itu sambil ia menyaksikan ekspresi wajah Inah yang merasakan nikmat pada lubang anusnya.

Ia melihat wajah Inah tampak begitu cantik dan sexy pada saat merasakan kenikmatan seperti itu, memang seorang wanita tampak terlihat dua kali lebih cantik dan lebih sexy pada saat wanita itu menikmati permainan sex, pikirnya.

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

Begitu pula yang terlihat pada Inah,istrinya dan juga wanita-wanita lain yang pernah ia gauli.
“Aaaaahh..Inah, kau tampak cantik sekali sayang, membuat kontolku serasa lebih nikmat merasakan lubang anus dari seorang wanita secantik kamu ” sambil kontolnya terus menghantam lubang anus Inah dengan berirama.

Sementara Inah merasa melayang merasakan pujian Rudi, kenikmatan kontol Rudi dan tusukan-tusukan batang kontol Rudi didalam lubang duburnya. Sehingga dari mulutnya keluar kata-kata yang mengungkapkan rasa nikmat.

“Mmmmm…ahhh.. enak sekali oom, Inah ingin terus merasakan kontol om selama-lamanya. Mmmmmmhh ” sambil tangan kirinya menggosok-gosok lubang memeknya sendiri sementara jari telunjuk sebelah kanannya ia hisap dengan memejamkan mata sambil pipi kirinya menempel dimeja makan.

Sementara Rudi mulai menaikan tempo goyangan kontolnya kedalam lubang anus Inah, sambil memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya, rasa nikmat benar-benar dirasakan Rudi pada saat itu, hingga dari mulutnya keluar kata-kata tak karuan dalam mengekspresikan perasaan nikmatnya.

“Aaaaaaahh….nikmat sekali, Inah, lubang anusmu benar-benar menyalurkan perasaan nikmat pada kontolku, dan menjalar sampai kesanubariku, hingga sukmaku serasa melayang, aku tak ingin mengakhiri kenikmatan ini sayang, aku ingin selalu bersamamu. menikmati lubang anusmu,memekmu,itilmu,mulutmu dan seluruh tubuhmu…aaaahhh…” begitulah Rudi meracau tanpa sadar karna perasaan nikmat yang dialami.

Beberapa menit setelah Rudi menggenjot lubang anus Inah sampailah Rudi pada puncak kenikmatan,yang disertai jeritan panjang.

“Aaaaaaaaaaaaahh….inaaaaah..aku keluar sayang..” Inah dengan cepat segera meraih selembar roti tawar sisa sarapan pagi yang masih tersedia di meja makan, lalu ia segera berjongkok dibawah Rudi dan ia genggam kontol Rudi dengan tangan kanannya,sementara tangan kirinya yang memegang roti ia dekatkan dibawah kontol Rudi sehingga sperma Rudi yang keluar langsung tertampung pada roti tawar tersebut.

Inah terus mengocok batang kontol Rudi dengan harapan lebih banyak lagi sperma Rudi yang keluar, memang cukup banyak sperma Rudi yang keluar saat itu,sehingga permukaan roti tawar yang digunakan untuk menampung sperma oleh Inah cukup merata oleh air sperma, Inah dengan sabar menampungnya sampai tetesan yang terakhir.

Rudi merasakan puncak orgasme yang sangat nikmat sehingga sampai tubuhnya menggigil pada saat tetesan sperma yang terakhir.
“Uuuuuuuh…benar-benar nikmat sekali sayang, luar biasa ” namun Rudi sedikit merasa heran dengan perlakuan Inah yang menampung air maninya dengan roti tawar tersebut

“Inah, apa-apaan sich kamu airmaniku koq, kau tampung pakai roti segala?” tanyanya.
“Ini adalah sarapan pagi spesial om, roti dengan selai air mani yang nikmat tiada tara.” lalu ia dekatkan “roti spesial” itu kemulutnya seraya ia cium aroma air mani tersebut sambil memejamkan mata.

“Mmmmm..sungguh nikmat sekali aromanya, pasti lebih nikmat rasanya.” lalu ia santap roti selai sperma tersebut dengan mata sesekali terpejam karna nikmatnya
“Mmmmm ….sungguh nikmat sekali roti dengan selai spesial ini om, emm..nyaem..nyaem…nyamm..enaaak…” sementara Rudi terpana menyaksikan aksi Inah yang sensasional tersebut sambil tersenyum.
Dan akhirnya Inah menghabiskan seluruh roti beserta “selai”nya tersebut.

“Emmm..benar-benar nikmat rasa airmaninya om.” sambil menjilati sisa-sisa air mani Rudi yang masih melekat pada jari-jari tangan Inah.
“Luar biasa kau Inah, ide dari mana kamu makan roti dengan selai airmani.” tanya Rudi.

“Dari vcd, om. sekalian untuk sarapan pagi,Inahkan belum sarapan om.” jawab Inah dengan manja.
“Dasar, kamu anak nakal. Sarapan pagi koq, pakai airmani sich.” sambil memijit hidung Inah karna gemas dengan sikap Inah yang memang menggemaskan.

“Iya,dong. tadi om juga sudah sarapan “kue apem” dengan selai strawberry.” jawab Inah
“Kue apem apa?” tanya Rudi pura-pura heran.
“Kue apemnya ya.memek Inah ini.” sambil menunjuk kearah selangkangannya.

“Tadi,om makan selai strawberry dengan kue apemnya memek saya, dan saya makan roti tawar dengan selainya airmani om, jadi adil kan.om.”
Rudi tertawa mendengar penjelasan Inah tersebut.

“Haaa…haa..haa..bisa saja kamu nah.dasar anak nakal.” seraya ia cubit dengan gemas memek Inah, sehingga Inah menjerit manja
“Aauw..geli oom, auw. hii…hii…hii..auw.” Inah lalu membalas dengan meremas batang kontol Rudi yang sudah loyo,sehingga Rudi terpekik. Lalu Inah dengan manja merengek kepada Rudi.

“Om,ngomong-ngomong saya masih belum puas nich, saya kan belum mencapai klimaks..” Rudipun segera tanggap,dan ia naikan tubuh Inah diatas meja makan, lalu ia kangkangkan kaki Inah,sehingga lubang memeknya tampak menganga.

Lalu ia tempelkan wajahnya kememek Inah, dan mulai beraksi lidahnya menjilati lubang memek Inah, sehingga Inah memejamkan mata sambil tangannya menjambak rambut Rudi.

“Uuuuuuuhh…teruss om, jilatin memek Inah..sampai Inah mencapai puncak kenikmatan. Emmmmmm…aahh.” lidah Rudi terus beraksi sampai kebalam liang vagina Inah dan ia gelitik lidahnya didalam liang vagina Inah, sehingga memek Inah bertambah basah dengan cairan vagina dan Rudi menikmati cairan asin-asin gurih itu.

“Aduuuh..enak oom, jilatin juga lubang pantat Inah om,biar tambah asyiik ” pinta Inah.
Maka Rudipun segera mengerahkan lidahnya kelubang anus Inah dan ia gelitik lubang anus Inah dengan ujung lidahnya,hingga Inah semakin kuat menjambak rambut Rudi karna merasakan nikmatnya gelitikan lidah Rudi yang beraksi di lubang anusnya

“Mmmmmm …aaaahh…terus oom, masukin lidah om kedalam lubang anus Inah om, biar semakin asyik.. uuuuh…yaaa”
Beberapa saat kemudian Inah mengerang panjang karna merasakan kenikmatan puncak yang dialaminya.

“Aaaaaaaaaah…..Inah keluar, ooom…” maka keluarlah cairan bening dari lubang memek Inah yang langsung dihirup hingga kering oleh Rudi.
“Hemmmm …sungguh gurih cairan memek yang keluar dari lubang memekmu nah,mmm..zrrryyuuuffh..aah.”

Akhirnya Inah tersenyum puas sambil menelentangkan tubuhnya diatas meja makan,dan Rudi menghampirinya,lalu memberikan kecupan mesra dibibir Inah.
“Bagaimana sayang,telah kau rasakan kenikmatan yang mengasyikan itu.” tanya Rudi dengan lembut sambil membelai rambut Inah.

“ Iya om, Inah benar-benar merasakan kepuasan yang tak akan Inah lupakan saat bersama dengan om.” jawab Inah dengan tulus.
“Aku juga benar-benar merasakan kenikmatan yang sungguh luar biasa saat menikmati dirimu Inah.”

Lalu Inah dengan dengan manja mencium bibir Rudi dan memeluknya seolah-olah tak ingin melepaskannya. Dan mereka dengan mesra berpelukan sambil merebahkan tubuh mereka diatas meja makan dengan masih dalam keadaan bertelanjang bulat, bagaikan sepasang kekasih yang tengah dilanda asmara.

Beberapa saat kemudian Rudi mengajak Inah bangkit.
“Nah, lebih baik kita istirahat didalam kamar.” sambil tangannya menggandeng tangan Inah.
“Dikamar siapa om.” tanya Inah

“Dikamar saya.” jawab Rudi
“Maksud om dikamar om dan nyonya, aduh..saya enggak enak om, apa kata nyonya nanti.”
“Aaaah sudahlah tak apa, santai saja sayang.” sambil ia cium kening Inah dengan lembut.

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

Inah merasa kagum setelah memasuki ruang tidur tidur utama yang merupakan kamar Rudi dan Linda. Sebuah penataan ruangan yang didisain dengan selera yang tinggi, dengan ukuran yang cukup luas, tak layak jika hanya disebut sebagai ruang tidur, karna fasilitas yang tersedia begitu lengkap mulai dari sofa buatan Italia lengkap dengan meja marmernya, tempat tidur yang juga buatan Italia dengan corak sprei yang artistik.

Lantai yang beralaskan permadani buatan Persia, jam dinding klassik buatan switzerland, televisi teknologi l.e.d model terbaru yang berukuran besar menghiasi dinding didepan sofa dilengkapi dengan stereo tape dan dvd player lebih tepatnya Blue-Ray player, disampingnya sebuah kamar mandi yang cukup mewah dengan fasilitas bath tab,water spray dll.

Inah benar-benar merasa kagum dengan kamar semewah itu, seraya Rudi menarik Inah agar duduk disofa, dan merekapun bercengkrama sambil mengobrol dengan kepala Inah disandarkan dengan mesra dipundak Rudi.
“Inah, ngomong-ngomong kamu dulu umur berapa sich menikah?” tanya Rudi.

“Umur 18 tahun saya menikah om, namun lima tahun kemudian saya dicerai suami saya.” jawab Inah dengan agak murung.
“Dengan alasan apa suamimu menceraikan kamu?” tanya Rudi lagi.

“Yaah..karna saya tidak bisa memberikan keturunan,maka akhirnya saya dicerai suami saya, lalu ia kawin dengan wanita lain dan akhirnya mereka dikaruniai anak, yaah..memang dasar saya yang mandul.” sambil menarik nafas panjang.
“Apakah kamu menyesali hal itu nah?”

“Yah begitulah,Sebagaimana orang desa dikampung saya, belumlah lengkap sebagai seorang istri kalau belum bisa memberikan keturunan, dan itu adalah beban mental yang sangat berat saya rasakan,maka perceraian adalah hal yang terbaik bagi saya dan juga bagi suami saya, walaupun itu sangat menyakitkan bagi diri saya, akhirnya kami bercerai secara baik-baik.”

“Minggu pertama setelah perceraian itu, saya merasa sangat menyesali dengan nasib yang menimpa diri saya ini, saya merasa rendah diri dan merasa minder karna mendapat predikat sebagai seorang janda yang dicerai suaminya karna tidak mampu memberikan keturunan, saya merasa seperti barang yang dicampakan ditempat sampah karna sudah dianggap tidak lagi bermanfaat.”

“Namun lama-kelamaan saya mulai berfikir, untuk apa saya harus menghukum diri saya dengan rasa penyesalan yang mendalam,maka mulai saat itu saya mulai dapat melupakan luka batin saya dengan cara membantu orang tua saya bertani dikebun, sambil mencari informasi dari kawan apabila ada kesempatan untuk bekerja di Jakarta atau dimana saja asal saya bisa meninggalkan kampung halaman dan melupakan semua kejadian yang menimpa diri saya..”

Inah mulai menceritrakan masa lalunya kepada Rudi hingga sampai ia berada dirumah Rudi. Inah yang merupakan seorang janda cantik disebuah kampung didaerah Sukabumi tentu tidak sedikit laki-laki iseng yang berusaha ingin menggodanya untuk sekedar mendapatkan kehangatan tubuhnya.

Tetapi Inah selalu berusaha menghindar dengan cara halus, kadang sedikit agak kasar apabila memang lelaki itu sudah terlampau kurang ajar,karna Inah sadar mereka tidak mungkin serius dalam arti ingin menikahinya, pengalaman dicerai oleh suaminya menjadi semacam trauma dalam hidupnya.

Teman Inah yang cukup akrab adalah Euis, kawan bermain Inah semenjak kecil sampai SMP, Euis adalah seorang istri simpanan dari seorang pengusaha di Jakarta, dirumah euislah Inah kadang kala mengisi hari-harinya, karna dirumah yang dibelikan oleh suaminya itu Euis hanya tinggal seorang diri, hanya sekali seminggu suaminya datang menjenguk Euis,dirumah yang cukup asri walaupun tidak terlalu mewah namun cukup nyaman,disana Inah sering menonton vcd porno yang selalu dibawakan oleh suami Euis.

Puluhan judul vcd porno telah ditonton oleh Inah dengan berbagai variasi-variasi sex yang mendebarkan dari mulai dogy style,oral sex,69,sampai anal sex telah ia tonton.
Pernah sekaliwaktu ketika ia menonton film porno bersama Euis ia menanyakan kepada Euis.

“Is..apa kamu pernah melakukan seperti yang ada dalam adegan film porno itu?”
“Semua sudah pernah aku praktekan dengan suamiku nah.” jawab euis bangga.
“Jadi kamu sudah pernah ngisap kontol suami kamu is? ” tanya Inah penasaran.
“Pernah, jangankan hanya ngisep nah, itu..tuh kalau air mani suamiku keluar selalu aku makan nah, rasanya..emmm luar biasa.” jawab Euis.

“Iiihh…jorok kamu is, apa enggak geli.”
“Pertama sih emang geli nah, tapi lama kelamaan ketagihan.malah kepingin terus.”
“Apa lubang pantat kamu pernah juga dientot sama laki kamu is.” tanya Inah semakin tertarik dengan cerita Euis.
“Itu yang paling enak nah, rasanya hhmmmm…sulit dilukiskan.” ceritra Euis.

“Apa enggak sakit is.”
“Pertama tama saja sakit sedikit, lama kelamaan sih enaaaaak banget nah,makanya nah lebih baik kamu mau ajalah jadi simpenan orang Jakarta,kamu kan cantik,body bagus, seksi lagi, kalau kamu mau aku bisa kenalkan kamu sama teman suamiku,enak nah jadi istri simpenan orang Jakarta, duit dapat,rumah dibelikan.”

Seringnya Inah menonton vcd porno, ditambah lagi dengan cerita Euis yang pernah melakukan permainan seperti yang ada pada vcd porno itu,membuat Inah merasa penasaran dan ingin merasakannya juga, namun ia hanya bisa melampiaskannya dengan masturbasi yaitu dengan cara mencolok-colok lubang vaginanya sambil membayangkan adegan-adegan pada film porno yang ia tonton, sampai ia mencapai klimaks.

Seperti biasa setiap hari sabtu, suami Euis dating, namun kali ini ia datang bersama seorang wanita dia adalah Linda yang juga merupakan rekan kerja Johan suami Euis.
Johan adalah seorang direktur pemasaran diperusahaan yang sama dengan Linda, dan sudah biasa pula johan melakukan hubungan sex dengan Linda yang merupakan seorang wanita penganut aliran free-sex.

Linda sebagai penganut aliran freesex, bebas melakukan hubungan sex dengan siapapun juga yang ia suka walaupun ia telah diikat oleh tali pernikahan dengan Rudi, dan Rudi tidak mempermasalahkan akan hal itu, karna demikian juga dengan Rudi ia juga bebas melakukan hubungan badan dengan siapapun juga. Namun hal itu tidak merusak hubungan perkawinan mereka berdua bahkan menurut mereka lebih menambah fariasi dalam perkawinan sehingga tidak menjenuhkan, serta menambah semangat dalam menjalani hidup,begitu menurut mereka.

Berbeda dengan Johan, Johan memiliki istri di Jakarta yang sangat pencemburu sehingga ia kawin secara diam-diam diSukabumi dengan Euis yang merupakan gadis cantik dikampung itu, Johan mengawini Euis secara siri agar tidak terlalu merepotkan, karna Johan hanya menginginkan kehangatan tubuh Euis.

Namun cukup banyak yang ia berikan kepada Euis istri simpanannya itu, seperti uang,rumah dan keperluan Euis serta orang tua Euis ditanggung oleh Johan, tapi apalah arti itu semua bagi Johan dibandingkan kemolekan tubuh Euis yang ia dapat, karna Euis bisa memenuhi kepuasan Johan dalam permainan sex.

Sebenarnya johan mengajak Linda kerumah istri simpanannya adalah hanya merupakan suatu kebetulan saja, yaitu setelah mereka menghadiri peresmian pembukaan Dealler mobil baru diSukabumi,yang merupakan cabang dari perusahaan automotif yang mereka tangani.

Setelah selasai acara peresmian,sebelum mereka bertolak kejakarta,Johan mengajak Linda untuk mampir kerumah istri simpanannya. Disitulah Linda mengenal Inah yang kebetulan sedang berada dirumah Euis. Pertama tama Linda menegur Inah yang sedang menyuguhkan minuman kepada Linda.

“Adik ini siapa ya, adiknya euis atau kakaknya?” tanya Linda sambil memandang wajah Inah yang nampak malu-malu.
“Saya temannya euis nyonya.” jawab Inah sambil meletakkan gelas minuman dimeja.
Lalu mereka mengobrol panjang lebar, sementara Johan dan Euis sedang sibuk dikamar melakukan pergulatan panjang yang melelahkan namun mengasikan.

Setelah mereka mengobrol cukup panjang, dan Linda telah memahami keluh kesah yang diceritakan Inah mengenai keinginannya bekerja dijakarta,Linda lalu memberi penawaran kepada Inah untuk ikut keJakarta.
“Inah, kamu mau tinggal sama saya di Jakarta, kamu disana bisa membantu pekerjaan-pekerjaan sehari-hari, dan saya akan menggaji kamu tiap bulan.” ajak Linda.

Pucuk dicinta ulam tiba begitu pikir Inah pada saat itu, memang itu yang ia inginkan, jauh dari kampung halaman dan melupakan kenangan-kenangan pahit yang pernah ia alami disini.
“Betul nyonya, nyonya serius ingin mengajak saya ke Jakarta.” tanya Inah gugub.

“Tentu saya serius nah.. yaah..itupun kalau kamu mau.” jawab Linda, seraya ia hisap dalam-dalam rokok yang diselipkan diantara jari telunjuk dan jari tengahnya.
“Iya nyah, saya mau nyah, tapi kapan saya berangkat nyah” tanya Inah dengan antusias.

“Lusa nanti kamu bisa berangkat dan akan saya jemput diterminal Lebak bulus.”
Begitulah hingga akhirnya sampailah Inah dirumah Linda dan terkabulah keinginannya yaitu keluar dari kampung halamannya yang merupakan kenangan pahit baginya.

Dirumah Lindalah Inah memulai babak baru dalam petualangan sexnya yang mengasyikan dan mendebarkan. Inah merasa beruntung berada disini karna hasratnya untuk dapat berhubungan sex seperti yang ia saksikan divcd dirumah Euis dapat tersalurkan disini.

Setelah cukup lama Inah menceritaka pengalaman masa lalunya kepada Rudi sambil minum dan menyantap makanan ringan. Lalu Rudi megambil sebuah tas koper dan membukanya dihadapan Inah.

“Sayang akan aku tunjukan padamu sesuatu yang mengasyikan kepadamu” seraya ia buka kunci koper tersebut,membuat Inah terkejut dengan isi dalam koper itu yang merupakan berbagai macam aksesoris sex mulai dari kontol-kontolan karet(dildo) dari berbagai jenis.

Ada yang sebesar lengan,ada yang kecil ada yang berkepala dua, ada juga vagina karet dari berbagai model dan juga boneka wanita yang memiliki vagina dan masih banyak lagi, yang hanya pernah dilihat difilm porno saja oleh Inah. Yang kesemuanya itu dibeli oleh Rudi atau Linda saat berada diluar negri.

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

Inah bagaikan anak kecil yang mendapatkan mainan ia amati satu persatu alat-alat sex tersebut dengan antusias,sesekali ia coba pergunakan cara memakainya mulai dari yang kecil sampai yang besar, Rudi menyaksikannya dengan tersenyum sesekali ia ajarkan cara penggunaan alat-alat tersebut apabila Inah tidak paham.

Suatu kali Inah menanyakan sebuah alat yang berupa bola berjumlah sekitar 7buah,masing-masing bola berukuran sebesar buah duku yang disambung dengan tali satu sama lain sehingga membentuk rangkaian.

“Ini adalah Anal-bead, untuk dimasukan kedalam anus, nanti akan aku praktekan kepadamu.” jawab Rudi.
Namun Inah merasa penasaran dan memintanya kepada Rudi untuk mempraktekkannya sekarang juga “Om, coba masukan kedalam lubang pantat saya sekarang.”

“Kalau begitu sekarang kamu menungging.” kemudian Inah segera menungging diatas sofa, lalu Rudi mencolok-colok lubang anus Inah dan mengoleskannya dengan air ludah.
“Cepat oom Inah sudah tidak sabar nich” pinta Inah.

“Baik sayang aku akan masukan rangkaian bola-bola ini kedalam lubang pantatmu,kamu bersiaplah menerima permainan yang mendebarkan ini.”
Lalu Rudi mulai memasukan rangkaian bola-bola itu kedalam lubang anus Inah. Mula-mula bola pertama masuk, disusul dengan pekikan kecil Inah.

“Aduuh…agak nyeri oom, tapi asyik juga sich” disusul dengan bola kedua,.lalu bola ketiga telah masuk kedalam lubang anus Inah.
“Bagaimana sayang,apakah akan kita masukan seluruh bola-bola ini kedalam lubang duburmu?” tanya Rudi.
“Iyaa, om masukin semuanya, Inah sudah mulai merasa nikmat nich.”

Rudi kembali memasukan sisa bola yang masih berada diluar. Bola keempat ia tekan masuk, lalu bola kelima,bola keenam. Setiap masuknya bola kedalam lubang anus Inah diikuti dengan erangan kecil dari mulut Inah. Dan akhirnya masuk seluruh bola kedalam lubang anus Inah, hanya tersisa tali penariknya diluar yang masih dipegang oleh Rudi.

“Sayang sekarang bola-bola itu telah masuk kedalam lubang anusmu, kini saatnya akan aku tarik keluar satu persatu, dan itu adalah saat-saat yang mengasikan bagimu.” bisik Rudi kepada Inah dengan mesra.
Lalu Rudi mengeluarkan bola-bola tersebut dengan cara menariknya satu persatu dengan ujung talinya yang berada diluar. Bola pertama keluar, diiringi dengan desahan dari mulut Inah. Lalu bola kedua, ketiga.

Moment yang cukup indah untuk dilihat terjadi pada saat sebuah bola ditarik keluar dari lubang anus, begitu ditarik secara perlahan oleh Rudi,setengah bagian bola berada diluar anus Inah dan sebagian lagi masih berada didalam sehingga terlihat dengan indah bagaimana otot-otot anus Inah yang lunak menjepit diameter bola itu dan moment indah itu juga terjadi pada saat bola itu keluar,sehingga otot-otot anus Inah langsung menutup.

Dan bola keempat keluar. Rudi sengaja menarik keluar bola-bola itu secara perlahan satu demi satu,agar ia bisa menikmati momen-momen indah itu dengan jelas.
“Zzzzzzzzz..aah…asyiiiiikk…enak ooom” Inah mendesah nikmat pada setiap bola ditarik keluar dari duburnya
Dan akhirnya keluarlah seluruh bola-bola itu dari lubang anus Inah, lalu Rudi menjilati dan mengkulum bola-bola yang baru keluar dari lubang anus Inah tersebut.

“Mmmmmmm…nikmaaaat rasanya aroma anusmu yang melekat pada bola-bola ini.”
“Bagaimana sayang apakah kau menyukai permainan tadi?”
“Woouw…luar biasa om, mengasikan sekali, apalagi saat ditarik keluar itu, mmmm..rasanya bagaimanaaa…gitu,. sulit dilukiskan.”

Lalu Inah mengambil alat sex yang lain yang berbentuk lonjong,terbuat dari bahan karet, bagian belakang berdiameter besar dan semakin kecil diameternya pada bagian ujungnya,dibagian belakang alat tersebut ada bagian pipih sebagai pegangan. Alat tersebut sebesar mentimun.

“Ini apa oom..?”.
“Itu namanya Butt-plug, atau penyumbat anus.yaah..fungsinya tentu saja sesuai namanya untuk menyumbat lubang pantat,untuk ditancapkan kelubang dubur.
“Wah,kayaknya asik nih..om kalau ditancepin kelobang pantat Inah.”

“Oh..tentu,coba kau masukan saja sendiri,juga yang lainnya bisa kau coba satu persatu.”
Lalu Inah mulai mengangkangkan kakinya dan mengobel lubang anusnya,sementra butt-plug yang ia pegang dihisap-hisapnya terlebih dulu supaya basah oleh air liur sehingga memudahkan masuknya kedalam lubang anus. Lalu mulai diarahkannya alat tersebut kelubang pantatnya,dan tanpa ragu langsung ia tancapkan kedalam anusnya.

“Aaaaah.. asiik om,lubang pantat Inah serasa penuh..”
“Memang begitu sayang,namanya juga penyumbat pantat,nah..sekarang kamu biarkan saja terus pantat kamu disumbat oleh alat itu.”

“Iya om,rasanya nyaman sekali.” lalu Inah berdiri sambil melenggak lenggok dengan posisi lubang pantat masih tersumbat,sesekali melihat ke cermin,ia melihat begitu seksinya dirinya dicermin dengan lubang pantat tersumbat,lalu ia goyang2kan pantatnya seperti seekor bebek,sehingga ujung butt plugnya ikut bergoyang-goyang didalam cermin.

Sementara Rudi hanya tersenyum melihat tingkah laku Inah tersebut.sekaligus kagum dengan penampilan Inah seperti itu,penampilan yang dirasakannya sangat menggairahkan bagi birahi kelaki-lakiannya.

“Bagaimana penampilan Inah om,dengan gaya seperti ini,seksi enggak…”
“Woow..luar biasa sayang,sangat seksi sekali,kamu seperti bidadari.”
“Ah, om bisa aja,masak bidadari pantatnya disumpel ginian sih..tapi om.. aku enggak mau ngelepas alat ini cepet2 ya om, biar aja dubur Inah disumbat terus,abis enak sih..”

Lalu Inah mulai melihat- lihat alat2 yang lainnya sementara anusnya terus dalam posisi tersumbat.sambil Rudi menjelaskan kegunaannya dan juga namanya.
Lalu setelah selesai semua alat2 sex tersebut dilihat Inah,kemudian Rudi membuka koleksi2 dvd pornonya.

“Nah,sekarang kita nonton film porno aja ya,ini fim-film porno hardcore terbaik didunia,kamu pasti suka.”
“Wah,boleh tuh om,sekalian pelajaran untuk kita praktekin nanti.”

Dan pagi itu mereka menghabiskan waktu dengan menonton film-film porno yang mendebarkan hati Inah dan membuatnya ingin segera mempraktekannya. sambil menonton film-film tersebut,tentu saja lubang pantat Inah masih dalam posisi tersumbat.

Sudah hampir jam 12 siang barulah Rudi menyetop dvd player.
“Sudah dulu ya,nah. nanti kapan2 kita nonton lagi kaset yang lainnya,kalau mau ditonton semua sih,satu minggu juga enggak cukup untuk ngabisin kaset sebanyak ini,gimana asyik enggak.”

“Wah,asyik banget om,Inah jadi kepengen ngentot lagi nih,ayo..dong om entot Inah lagi…Inah udah enggak tahan nih….”

Inah merajuk seperti anak kecil minta mainan,sambil menungging dilantai siap untuk di entot,dan tentu saja butt-plug yang menyumbat anusnya masih setia menancap dilubang pantatnya.dan tangan kirinya mengusap usap lubang vaginanya yang sudah basah,melihat pemandanga seperti itu nafsu birahi Rudi yang semenjak tadi memang sudah tegang,semakin bertambah tegang, langsung ia berlutut dan diarahkan lubang jakarnya kedalam lubang vagina Inah.

“Aaah..iya..asyik om terus om,jangan dilepasin lagi….goyang yang kenceng om…” Rudi menghantam dengan sekuat tenaga lubang memek Inah yang sudah blingsatan terserang nafsu birahi yang tinggi sambil sesekali memainkan butt plug yang menyumbat didalam anus Inah dengan cara mencabut dan memasukannya kembali secara berirama,sehingga kenikmatan ganda dirasakan oleh Inah,yaitu kenikmatan pada vaginanya yang menerima hantaman kontol Rudi dan kenikmatan pada anusnya.

Belum genap sepuluh menit mereka berpacu dalam birahi tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Linda muncul, lalu kaget sejenak,namun setelah itu tersenyum.

”Wow..sedang ada pesta rupanya nih..enggak ngajak-ngajak ya..awas..” Inah tersipu-sipu malu atas munculnya Linda, dan Rudi hanya berkata santai sambil terus memompa batang kontolnya kedalam memek Inah namun kecepatannya sudah sedikit berkurang

“Ahh..biasa..pesta lanjutan tadi malam,sekalian ngenalin alat2 sex kepada siInah dan juga nonton film porno biar si Inah paham tentang permainan2 sex yang mengasikan,yaah..untuk kepuasan kita bersama juga,iya enggak..nah?”
Inah hanya diam saja sambil menikmati goyangan kontol Rudi.

“Iya deh..atur aja aku juga paham koq.”
“Koq kamu udah pulang sih,katanya sore..” tanya Rudi sambil masih mengentot Inah.

“Iya, aku tadi lupa bawa pakaian senam,jadi abis dari salon aku balik kesini lagi maksudnya sih, mau ambil baju senam,tapi setelah aku pikir-pikir, lebih baik senam disini aja deh,senamnya lebih asik, dan yang penting sama2 keringetan, abis aku langsung horny sih..ngeliat kalian kayak gitu,apa lagi siInah pantatnya disumbat butt plug segala,bikin aku tambah nafsu aja.”

Lalu Linda langsung membuka celana dalamnya sementara rok mini dan t-shirt nya serta sepatu ketnya masih dikenakan. dan langsung berdiri membelakangi Rudi yang sedang mengentot Inah.

Linda menyibak lubang anusnya sendiri dengan kedua tangannya sehingga tampak menganga lubang anus Linda yang indah dan berlubang cukup besar karna terlalu sering dihantam kontol2 yang besar, disamping juga dengan menggunakan alat2 sex.

”Ayo.. yang, cepet jilatin lubang pantatku aku sudah enggak tahan nih..” Rudi melihat pemandangan yang begitu indah didepan matanya,tapa pikir panjang langsung ia lumat lubang dubur Linda,ia jilat dan ia tancapkan ujung lidahnya kedalam lubang anus yang menganga tersebut sehingga hampir seluruh lidahnya tertancap masuk didalam lubang dubur Linda. dan ia mainkan lidahnya yang berada didalam anus Linda,sehingga terasa tergelitik-gelitik dirasakan Linda didalam anusnya.

”Aahh..enaaak..terus yang.. jilatin lobang pantatku..terus mainkan lidahnya didalam anusku, digelitik-gelitikin yang..iya gitu..teruusss..” Rudi semakin bersemangat mendengar ocehan Linda,digelitikinya lubang anus Linda dengan lidahnya,sambil batang kontolnya terus menghantam memek Inah,sementara Inah juga terus meracau menahan nikmat yang tiada tara.

”Aaahhh…teruss om,ewek lobang heuncet aing..aah asik enak om..” begitulah Inah meracau diselingi dengan bahasa daerah asalnya, dan dia tak pedulu apakah orang lain mengerti atau tidak dengan ocehan dia.

Lima belas menit sudah mereka memadu kenikmatan dengan gaya seperti itu,lalu Linda duduk mendekati pantat Inah dan memainkan butt plug yang berada didalam anus Inah dengan cara menggoyang-goyangkannya maju mundur, kemudian melepasnya dan menjilati dan mengulum butt plug tersebut untuk kemudian dimasukannya kembali kedalam lubang pantat Inah.

Dikocok-kocok lagi didalam pantat Inah dan dijilat dan kulum lagi,begitu seterusnya hingga beberapa kali,hal tersebut dilakuannya karna Linda sangat menyukai aroma anus yang melekat pada butt plug tersebut, menurutnya ada kenikmatan tersendiri apabila ia menjilati dan mengulumnya.

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

Sementara Inah semakin mendekati puncak kenikmatannya,matanya terpejam,mulutnya menganga sambil mengerang, jiwanya telah melambung kelangit tujuh karna menerima hantaman kontol Rudi dilubang memeknya dan hantaman butt plug yang dimainkan oleh Linda didalam anusnya,penetrasi ganda yang ia terima tersebut pada akhirnya mengantar Inah pada titik klimaks disertai dengan jeritan panjang “Aaaaaahhhhh….aaaaaaaaaahhhhh….asssssssyyyyiiiik…”

Mengalirlah cairan kenikmatan dari lubang vagina Inah sehingga hantaman kontol Rudi didalam lubang memeknya menimbulkan bunyi jrott..jrott..jrott.. sementara Linda semakin kencang menggoyang goyangkan butt plug didalam lubang dubur Inah,sehingga menambah sempurna puncak kenikmatan yang diterima Inah.

Dan akhirnya Inah tertelungkup lemas disertai senyum kepuasan. Lalu Linda menarik keluar batang kontol Rudi dari dalam memek Inah yang sudah tertelungkup lemas.

“Sudah rud,dia sudah lemas tuh..sekarang giliran aku yang kamu entot,kamu celentang saja biar aku yang diatas..”

Rudipun tidur celentang sehingga batang kontolnya yang besar tegak mengacung keatas seperti tugu monas,dari atas Linda sambil berjongkok meraih kontol Rudi dan diarahkannya kedalam lubang vaginanya sleep..masuk sudah seluruh batang kontol Rudi kedalam liang vagina Linda dan Linda menggoyangnya dari atas sambil berjongkok, pertama-tama goyangan yang dilakukan Linda agak lambat.

Namun selanjutnya Linda menggoyangnya naik-turun dengan tempo yang tinggi sehingga menimbulkan bunyi yang sensasional sluup..sluup..sluup. pada saat Linda menggoyang pantatnya kebawah,Rudi mengangkat pantatnya keatas sehingga menimbulkan tumbukan yang cukup keras sehingga berbunyi pleek..pleek..pleek.

Rudi menikmati goyangan-goyangan Linda,sambil menyaksikan ekspresi wajah Linda yang sedang bekerja keras memompa naik turun dengan pinggulnya.

”Iyaaa..terus lin..goyang yang keras benamkan seluruh batang kontolku kedalam memekmu..”
“Iya nih..rud..rasanya assiik sekali..batang kontolmu serasa masuk sampai ke ulu hatiku..tapi sekarang kamu rasakan nih..goyangan ngeborku yang enggak kalah hebat dari siinul..” seraya Linda memutar pinggulnya seperti penyanyi dangdut Inul daratista sedang bergoyang,sehingga Rudi meringis karna batang kontolnya serasa terpelintir-pelintir dan serasa ingin terlepas copot.

“Waduuuuhh..hebat juga goyang ngebormu,enggak kalah rasanya sama goyangan siinul..”
“Aah..kayak pernah ngerasain goyangan siinul aja kamu.” ejek Linda.
“Aku pernah koq..serius, dulu waktu ada kunjungan kerja kejawa timur aku pernah ngeboking dia,tapi waktu itu dia belum ngetop banget kayak sekarang..”

“Ah..dasar kontol maruk kamu, kunjungan kerja sempet2nya ngeboking penyanyi dangdut,tapi bagai mana siinul permainannya asik enggak..?”
“Asik juga sih..tapi sayang, pantatnya burik,tapi lumayan lah, lubang pantatnya siinul itu legit,jadi waktu aku boking dia,lubang pantatnya aja yang aku hajar.”

“Dasar kamu..nih rasakan lagi goyang ngebor yang lebih kenceng…”
“Aauw..asik juga lin.. tapi hati2 bisa2 batang kontolku benar-benar putus..”
“Hii..hii..hii..biarin putus sekalian, nih sekarang rasakan goyang patah-patah ala Anisa bahar..” seraya Linda menggoyangkan pingulnya secara patah-patah seperti goyangnya pedangdut Anisa bahar.

“Wah..kalo yang ini enak juga sih..geli-geli enak..he..he..he..” lebih lima belas menit Linda berada diposisi atas sambil memompa batang kontol Rudi,cukup menguras tenaga bagi Linda sehingga peluh bercucuran walaupun ruangan tersebut telah memakai AC. sehingga Linda mengentikan goyanganya.

“Sudah yang..aku capek nih dengkulku serasa mau copot,sekarang kamu entot lubang pantatku dari belakang..” lalu Linda menungging sehingga lubang pantatnya yang besar menganga,Rudi mengkobel-kobel terlebih dahulu dengan jari telunjuk,dan menyibaknya dengan kedua ibu jarinya sehingga lubang yang sudah menganga semakin besar menganganya.

Rudi meludahi kedalam lubang anus tersebut sekedar untuk memberi pelumas,lalu mengarahkan batang penisnya kedalamnya,ditekannya dengan perasaan dan dengan mata terpejam,sleep..serasa nyaman batang penis Rudi berada didalam lubang dubur Linda,seraya mulai menggoyang-goyangkan pantatnya maju-mundur secara berirama.

“Aduuuhh..lubang pantatmu tambah lama tambah asiik aja niiih..walaupun sudah beratus-ratus kontol lelaki pernah singgah masuk kedalamnya..tapi aku masih tetap menyukainya.. dan juga tetap mencintaimu..aaaahh…”

“Kamu juga yang…kontolmu kurasakan semakin gurih dan semakin mantap rasanya saat kurasakan dari dalam lubang pantatku,walaupun beribu-ribu memek dan lubang pantat wanita pernah di singgahi masuk,bahkan lubang pantat banci juga pernah kamu sodomi..tapi aku masih menyukainya dan tidak bisa melupakannya sampai kapanpun,dan yang paling penting aku tetap mencintaimu..zzzzzz…aaaahh..terusss..yang..goyang..yang keras..”

“Hezzzzzzz..aah..iya yang..tapi banci cuma untuk fariasi aja..koq, aku jelas lebih suka wanita doong…kamu juga kadang suka main lesbi.uuuuuhhh…yessss…”
“Uuuuuuuhh…yeaaahh..iya betul yang..aku main lesbi juga untuk fariasi,kita sama-sama tau aja ya..yang.. sesuai dengan komitmen kita, tetap saling cinta..aaaahh..”

Sudah sepuluh menit Rudi menyodomi lubang dubur Linda, dan Rudi sudah hampir mencapai puncak orgasme,sementara Inah yang tadi sudah tertelungkup lemas,kini sudah bersandar dibawah sofa sambil duduk dilantai dan nafsunya mulai bangkit lagi karna menyaksikan adegan Rudi dengan Linda bersodomi ria.

Sehingga Inah memasukan kembali but plug kedalam lubang pantatnya dan mengoyangnya keluar masuk sambil menyaksikan adegan erotis Rudi dan Linda. sementara Rudi terus menghantam maju mundur pantat Linda semakin kuat dan bertenaga.

“Aaaahhh…yang.. aku,mau keluar nih…” seraya ia remas buah pantat Linda.
namun tiba-tiba Linda menarik pantatnya sehingga kontol Rudi terlepas keluar dari dalam anusnya,dan Linda bangkit berdiri.

“Stop…rud,jangan kamu keluarin dulu air maninya..tahan ya..sayang..aku akan memperlihatkan kamu aksi yang mempesona..kamu tunggu sebentar..ya..” lalu Linda cepat berlari kekulkas dan mengambil sebuah sedotan.
“Sedotan untuk apa..sih lin..aku udah enggak tahan nih..” rajuk Rudi.

“Eiit..kamu tenang aja..sekarang kamu entot itu lubang pantat Inah..dan kamu keluarin semua sperma kamu didalam lubang pantatnya..” lalu Linda menyuruh Inah telentang dan Linda menekuk kedua kaki Inah keatas sehingga lubang pantat Inah menganga menantang,siap untuk dientot.

“Ayo rud..kamu masukin kontolmu kedubur Inah,dan tumpahkan seluruh air mani kamu didalamnya..” lalu Rudi segera menancapkan batang kontolnya dengan terburu-buru karna sudah hampir jebol pertahanannya,dan hanya beberapa goyangan saja,langsung Rudi memekik panjang seperti seekor kerbau disembelih. “Aaaaaaaaaaaaaaaaahhhh…assiikk….uuh…uuhh…uuhh….”

Bergelinjang-gelinjang tubuh Rudi merasakan puncak kenikmatan yang begitu dahsiat,begitu banyak ia rasakan air mani yang tertumpah didalam lubang anus Inah.

Lalu Rudi melepas batang rudalnya dari lubang pantat Inah dan begitu banyak terlihat air mani bersarang didalam anus Inah. Linda langsung menahan pantat Inah agar tidak turun,untuk menjaga agar airmani Rudi yang berada didalam anus Inah tidak tumpah. “Kamu jangan bergerak..Inah,aku akan peragakan permainan yang mengasikan padamu..”

Lalu Linda mengarahkan ujung sedotannya keanus Inah yang penuh dengan air mani,lalu ia sedot air mani didalam anus Inah dengan rakus dan menelannya.
”Woow..luar biasa nikmat sekali air mani ini..bagai mana Inah kamu mau..?”

“Iya..nyah, Inah bagi doong..dikiiiit..ajaa..” lalu Linda menyedot kembali air mani dari dalam anus Inah,namun tidak ditelan,hanya dikulum didalam mulutnya,kemudian menghampiri wajah Inah dan memasukan ujung sedotan kemulut Inah.

Lalu air mani yang berada didalam mulutnya ia salurkan kedalam mulut Inah yg sudah menganga,dengan melepehnya melalui sedotan tersebut dariatas wajah Inah,sehingga air mani bercampur dengan air liur Linda masuk kedalam mulut Inah melalui sedotan tersebut,dan Inah menelannya dengan rakus “Bagaimana..nah..asik enggak….” tanya Linda.

“Wow..asyik sekali nyah, gurih..mau lagi doong..nyah..” rajuk Inah.
“Yaahh..tapi tinggal sedikit nah..kita bagi rata aja..ya..” dan Linda mengarahkan kembali mulutnya kelubang anus Inah.

Setelah terlebih dahulu ia kecup dengan mesra bibir Inah. namun kali ini tidak memakai sedotan,melainkan dia hirup langsung dengan mulutnya kedalam anus Inah,setelah habis dia hirup,dia menuju lagi kewajah Inah,dan menumpahkan air mani yang ia kulum dimulutnya,air mani Rudi yang bercampur air liur Linda berpindah tempat kedalam mulut Inah.

“Eit..jangan kamu telan dulu..Inah..kan sudah aku bilang kita bagi rata..” lalu Linda mengulum dan mengecup mulut Inah yang masih terisi dengan air mani,mereka bercumbu,berciuman saling berpilin lidah sambil menikmati air mani Rudi bersama sama.

“Bagaimana nah..assiik enggak..” tanya Linda sambil menciumi bibir Inah.
“Wuih..asik nyah..nyonya koq tau aja sih..cara-cara main yang enak.”

“Iya doong..makanya kamu harus lebih sering lagi nonton film porno,biar punya inspirasi untuk melakukan adegan yang mengasikan,biar permainannya enggak monoton..ngerti enggak..” jawab Linda sambil menasehati Inah.
“Iya deh nyah..tadi juga udah nonton sama si om,tapi kalo nonton film porno suka enggak tahan kepengen cepet-cepet dientot..”

Lalu Linda melirik kearah Rudi yang sudah bersandar dibawah sofa,sambil menyaksikan adegan erotis yang dipergakan istrinya dan Inah.
”Bagaimana..aksiku tadi yang..sensual enggak..” tanya Linda.

“Sangat-sangat sensual dan merupakan atraksi yang indah sekali..” jawab Rudi santai. “Iya..tapi ngomong-ngomong aku belum klimaks nih…” rajuk Linda.
“Wah..aku udah lemes nih..gimana kalau kamu main lesbi saja sama siInah,dia sudah nafsu tuh keliatannya..”

“Oh iya betul juga..sekalian untuk fariasi,biar enggak bosen..” lalu Linda menyuruh Inah untuk telentang,dan Linda berada diatasnya dengan wajah Linda berada tepat diatas memek Inah,sementara posisi memek Linda berada diatas wajah Inah yang dikenal dengan posisi 69…..

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

……… “Ayo..nah kamu colok2 lobang pantatku dengan butt plug itu..” Inah mulai memasukan butt plug kedalam anus Linda yang menganga lebar slup..begitu mudah alat itu masuk kedalam dubur Linda karna memang lubang anus Linda sudah besar alias over size.

Inah mulai memainkannya maju mundur, sambil lidahnya menjilati lubang memek Linda. sementara Linda sudah mulai menjilati dan menghisap-hisap kemaluan Inah dengan rakus, sambil merasakan kenikmatan yang diberikan Inah atas lubang pantatnya yang dicolok2 serta memeknya yang dijilati.

“Auuuuuuuuuuhhhhhh…terus..nah. kocok yang kenceng…assiikk..jilat terus memekku..aahh..”
“Iya..uuuuhhh.aku juga enak..nyah..apalagi kalau lubang pantatku juga dimasukin pakai alat ini..” lalu Linda menyuruh Rudi mengambilkan butt plug yang lain, yang memang masih berserakan disofa setelah sebelumnya tadi selesai dilihat2 oleh Inah.

“Rud..tolong kamu ambilin butt plug yang satu lagi dong..itu yang warna merah..pantat siInah udah kepingin disumpel juga nih ” Rudi segera mengambil dan memberikannya kepada Linda.

Linda memasukannya butt plug tersebut kedalam anus Inah setelah terlebih dahulu dikulumnya butt plug tersebut agar licin oleh air liur sehingga memudahkan masuknya kedalam lubang pantat Inah yang memang belum sebesar lubang pantatnya, sluup…masuk sudah alat tersebut kedalam pantat Inah, serasa nyaman rasanya perasaan Inah begitu butt plug tersebut masuk menyumbat duburnya.

“Aaaaahh..asiik..enaak..nyah tolong dikocok-kocok doong..biar tambah asyiik…”
Linda lalu menggoyang-goyangkan butt plug tersebut maju mundur,sehingga Inah semakin kelonjotan karena nikmat, dan tangan Inah juga masih bekerja megocok butt plug didalam dubur Linda, sehingga Linda mengocok-ngocok butt plug kedubur Inah sambil meringis-ringis nikmat.

“Aahh..iya terus nahh..coba kamu jilatin itilku dong..nah, biar tambah asyik.. iya begitu..auww asiik..kamu memang pinter nah..enggak sia2 aku mengajakmu kemari..aaaahh..”

Rudi sambil bersandar menyaksikan atraksi yang dilakukan kedua wanita itu, sehingga gairahnya mulai bangkit kembali dan tangan kirinya mulai mengocok2 batang kontolnya sendiri, sehingga dalam beberapa menit batang kontolnya sudah besar menegang, siap untuk beraksi kembali.

Hampir sepuluh menit Linda & Inah bermain lesbi dengan cara seperti itu, dan Linda sudah hampir mencapai puncak kenikmatan oleh hantaman buttplug serta jilatan2 yg dilakukan oleh Inah, sampai pada akhirnya Rudi berdiri dan langsung memasukan batang kontolnya dari belakang dengan posisi dogy style.

Sehingga lubang memek Linda yang sebelumnya dijiliti oleh Inah, kini telah beralih dimasuki olehbatang kontol Rudi, dengan begitu anus Rudi berada tepat didepan wajah Inah yang sebelumnya adalah memek Linda, tanpa ragu dijilatinya lubang anus Rudi oleh Inah dengan rakus.

Dengan sekuat tenaga dihantamnya lubang memek Linda oleh Rudi dengan kekuatan penuh dan kecepatan yang tinggi, karna ia tahu bahwa istrinya sudah hampir mencapai klimaks, maka hal seperti itulah yang menurutnya harus dia lakukan.

Sementara Inah terus menjilati anus Rudi, sesekali mulutnya terbentur-bentur pantat Rudi yg bergerak maju mundur menghantam lubang memek Linda, tak sampai dua menit Rudi memompa memek Linda, akhirnya Linda meraung keras sebagai pertanda bahwa puncak kenikmatan telah dicapai oleh Linda.
“Aaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh……….nikmaaaaaaaaaaaaaa aat….” jerit Linda.

Rudi terus menghantam memek Linda dengan kekuatan dan kecepatan yang tidak berkurang sedikitpun, hingga mengeluarkan bunyi jrott…jrrott…jrrot… karna lubang memek Linda sudah basah oleh air mani yg keluar.

Linda yang sebelumnya berada dlm posisi menungging, akhirnya tengtelungkup karna lemas, ambruk diatas tubuh Inah, namun Rudi terus memompa hingga tubuh Linda bergoyang-goyang tak berdaya diatas tubuh Inah, namun butt plug yg menancap dianusnya masih belum terlepas.

Tak puas dengan lawan main yg sudah tdk memberi perlawanan, akhirnya dengan agak kecewa Rudi melepaskan batang kontolnya dari dalam memek Linda, dan menggeser tubuh Linda dengan kaki, dengan maksud agar tubuh Linda menyingkir dari atas tubuh Inah.

”Menyingkir kau lin..” sampai tubuh Linda berguling terlentang dilantai karna didorong oleh kaki Rudi dengan kasar, namun Linda tak peduli dengan perlakuan kasar suaminya tersebut, Linda tetap memejamkan mata sambil tetap tersenyum…senyum kepuasan.

lalu Rudi mengangkang diatas tubuh Inah yang telah bebas dari tubuh Linda,siap untuk memasukan batang kontolnya,kedalam memek Inah.
“Sekarang hanya kamu yang harus melayaniku, gadis kampung yang nakal…” seraya ia arahkan batang kontolnya kearah memek Inah yang menganga.

Namun tanpa diduga, dengan cepat Inah segera bangkit berdiri dan berlari kecil, sehingga Rudi blingsatan tak karuan
“Hai…mau lari kemana kau, gadis kampung, nafsuku udah sampai diubun-ubun nih, kamu harus tanggung jawab dong…”

“Ayo..kejar aku om,kalau bisa..hi..hi…hi..hi…” goda Inah sambil berlari kearah ruang tamu sambil tertawa menggoda.
Rudi segera bangkit mengejar Inah dengan batang kontol yg masih berdiri tegak.

“Dasar kamu anak nakal…kamu emang paling pinter menggoda aku,bikin aku semakin terangsang, awas kamu kalau ketangkep…” mereka seperti anak kecil berkejar-kejaran sambil telanjang, Inah berlari dengan gesit hingga Rudi tak mampu menangkapnya.

Lalu Inah menggoda Rudi saat Rudi terduduk di sofa,karna tak mampu menangkap Inah, Inah sedikit menunggingkan pantatnya kearah Rudi dan menyibak lubang pantatnya dengan kedua tangannya.
”Ayo..om, tangkap aku, masak gitu aja udah putus asa, kalau tertangkap, dapat ini..” sambil menunjukan lubang anus nya, sehingga nafsu Rudi menjadi berkobar kembali

“Dasar..kamu, awas kali ini kalau tertangkap, lubang pantat kamu jadi milik aku sepenuhnya..”

Rudi kembali mengejar Inah, kali ini Inah berlari kearah pintu belakang, menuju taman belakang rumah, Rudi terus mengejarnya dari belakang, setelah sampai ditaman belakang, dilihatnya Inah tidak lagi berlari, melainkan hanya berdiri agak menungging diatas rumput taman sehingga pantatnya terlihat bulat & padat tertimpa cahaya matahari, sambil menyibakan lubang anusnya dengan kedua tangan, sehingga lubang duburnya menganga, siap untuk di hantam batang kontol Rudi, sungguh terlihat seksi sekali Inah dengan gaya seperti itu.

Rudi menghampiri Inah dan menampar pantat Inah.
“Hih…kena kau sekarang,anak nakal..” Inah hanya memekik manja saat Rudi menampar pantat Inah.

“ Auww…iya deh..om,ampun..sekarang kan udah ketangkep, jadi om bisa apain aja lubang dubur Inah sesuka om..deh…” jawab Inah sambil tersenyum genit, sesekali mengedipkan sebelah matanya dengan genitnya, sehingga membuat Rudi makin terangsang.

“Kamu memang pandai membuat aku terangsang..” seraya Rudi menjilati lubang pantat Inah yang menganga karna disibak oleh kedua tangan Inah.

Berada diluar dengan sinar matahari yang terang, begitu jelas guratan-guratan lubang anus Inah, begitu mendetil, begitu indah & mempesona sekali terlihat bagi Rudi, dibanding berada didalam ruangan dengan cahaya lampu.
Inah memejamkan matanya menahan nikmat karna jilatan2 lembut lidah Rudi yang menyapu sekujur lubang anusnya, sesekali Rudi memasukan jari telunjuknya mengobel-ngobel lubang anus tersebut, dan saat mengobel-ngobel lubang anus Inah, lidahnya berganti menjilati memek Inah.

“Zzzzzzzzzzzzz…..aaaaaahhhhhhhhhh…..iya..terus..om, asiiiikk…euyyy…..”
Inah berdiri menungging menahan nikmat yang menjalar kesekujur tubuhnya,sambil tangannya berpegangan pada pohon.

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

Sementara Rudi semakin bersemangat dan bernafsu mempermainkan lubang anus Inah.
Lebih dari lima menit Rudi mencumbui lubang anus Inah,lalu kemudian ia berdiri dan menyuruh Inah untuk menghisap batang kontolnya.

“Hisap kontolku nah…masukan sedalam-dalamnya kedalam mulutmu,kalau perlu kamu telan sekalipun aku rela…” Inah segera berjongkok dan menghisap batang kontol Rudi, mula-mula buah pelirnya ia jilati dan hisap dengan lembut, baru kemudian batang kontolnya ia jilat dengan penuh perasaan, sehingga Rudi memejamkan mata sambil berdiri bersandar dipohon.

“Aaaahhhhhh….iya bagus teruss,nah…hisap nah..hisap kataku…”

Lalu Inah mulai menghisap batang kontol Inah,namun Rudi dengan bernafsu mendorong batang kontolnya dan menarik kepala Inah dengan kuat sehingga batang kontol Rudi masuk seluruhnya kemulut Inah tanpa ampun, hingga menyentuh tenggorokan Inah, ditekan terus beberapa saat kepala Inah, hingga Inah tak bisa bernafas dan terbatuk-batuk hingga air matanya mengalir, karna batang kontol yang menyodok ketenggorokan.

Beberapa saat kemudian Rudi menarik kontolnya, sekedar memberi peluang Inah untuk bernafas sesaat, lalu dimasukannya lagi, kali ini karna tersedak kontol pada tenggoroknya, air liur Inah yang kental banyak keluar mengalir disela-sela bibir dan mulutnya sampai membasahi batang kontol dan buah pelir Rudi.

Namun hal itu justru membuat Rudi mendapat insfirasi baru,ia tarik batang kontolnya dari mulut Inah lalu ia berjongkok mendekati wajah Inah yang mulutnya penuh dengan air liur yang kental, dan ia berbisik lembut ketelinga Inah.

“Sayang..coba kamu berikan ludah dimulut kamu itu,masukin kedalam mulutku…”

Lalu mulut Rudi menganga keatas sambil berjongkok,dan Inah melepehkan(menumpahkan dgn mulut) semua air liur dari dalam mulutnya kedalam mulut Rudi,dengan rakusnya Rudi menelan seluruh air liur Inah tersebut, sampai disitu masih belum puas,ia jilat air liur yang masih melekat disisi bibir dan didagu Inah,lalu ia kecup mulut Inah dengan rakus.

Bagi Rudi tidak ada sedikitpun rasa jijik untuk urusan sex, baginya semakin menjijikan justru semakin mengasikan, terutama wanita seperti Inah, bagi Rudi apapun yang ada pada diri Inah semuanya layak dinikmati, hingga terinsfirasi kembali ide yang lebih ekstrim muncul dikepalanya.

Setelah puas mereka berciuman mesra dan hangat,Rudi kembali membisikan sesuatu.
“Sayang kamu kebelet pipis enggak…” bisik Rudi dengan mesra

“Emangnya kenapa om.. koq pakai nanya kebelet pipis segala, iya sih..Inah emang agak kebelet, tapi masih bisa ditahan koq..”
“Enggak usah ditahan sayang,kamu pipis dulu aja…ya..!!”

“Nanti aja om..Inah maunya ngentot aja,males kekamar mandi” tolak Inah manja
“Eh..siapa bilang pipisnya harus dikamar mandi..”jawab Rudi sambil membelai mesra rambut Inah.
“Emangnya pipis dimana om, disini..? jangan ah, nanti bau pesing tamannya..” jawab Inah

“Siapa bilang kencing ditaman,kamu boleh pipis disini..” sambil Rudi menunjuk kearah mulutnya.
“Apa maksudnya om,masa Inah kencing dimulut om, emang si om mau minum air kencing Inah..” tanya Inah terheran dan masih belum mengerti.

“Kalau aku suka bagaimana,aku akan minum semua yang keluar dari memekmu, termasuk air kencing kamu..” sambil Rudi mencubit hidung Inah.

“Ih..si om gelo(gila) euy..ada-ada aja,tapi boleh juga kalo mau sih..hi..hi..hi..” jawab Inah tersipu.
Lalu Rudi berbaring terlentang diatas rumput,dan memerintahkan Inah untuk berjongkok mengangkang diatasnya untuk buang air kecil.

Inah mengangkang, agak konsentrasi sejenak untuk mengeluarka air seninya, agak gerogi sedikit, agak mengedan, Rudi memandang memek Inah yg kembang kempis dari bawah begitu indah, dan akhirnya srrrrroooooot……..keluar air kencing Inah dengan deras masuk kedalam mulut Rudi, sebagian menumpahi wajah Rudi sehingga basah kuyup wajah Rudi hingga sampai kerambut, ditelannya seluruh air seni yang masuk kedalam mulut Rudi, cairan yang terasa asin tersebut, dirasakan Rudi begitu nikmat.

“Yesssss…terus nah..yang banyak..sedap sekali air kencingmu….” Inah hanya tersenyum melihat kelakuan Rudi tersebut, sambil terus mengeluarkan air seninya sampai tetes penghabisan, setelah tidak keluar lagi, dengan nafsu Rudi meraih pantat Inah dan menariknya kewajahnya dan menciumi memek Inah dengan rakus.

“Ih..si om mah..jorok, emangnya enak om air kencing Inah, koq segitu doyannya sih om”
“Wow..tiada tara nikmatnya nah…” jawab Rudi sambil mengecup bibir Inah.
“Inah jadi penasaran nih, pingin coba juga dong..om, si om kebelet kencing enggak?”

”Nah..gitu dong..kamu juga harus coba, dan kamu akan merasakan sensasinya..”
Lalu Rudi menyuruh Inah duduk bersimpuh sambil menganga,kemudian Rudi berdiri dan mengarahkan batang kontolnya kewajah Inah, dipeganginya batang kontolnya.

“Satu..dua..tiga..siap-siap nah…” srrrrrrooooot…keluarlah air kencing Rudi, sebagian besar masuk kemulut Inah dan juga membasahi wajahnya.
“Telan semua nah..jangan ragu-ragu minum,itu obat awet muda lho…”

Inah meminum semua air kencing yg masuk kemulutnya, agak asin rasanya tetapi ada sensasi tersendiri dirasakan oleh Inah, hingga membuatnya terasa nikmat, sesuatu yang sensasional, sulit dilukiskan dan diterima oleh akal sehat, namun pada kenyataannya ia menyukainya dan ingin mendapatkannya lagi atau bisa dikatakan ketagihan.

Inah terus menelan air kencing yang keluar dari kontol Rudi,sampai tetes yg terakhir,hingga ia masukan batang kontol tersebut setelah berhenti keluar air seninya.

Lalu Rudi menarik lengan Inah untuk berdiri,dan Inah memeluk Rudi dengan mesra, dan berbisik lembut
“Om..enak ya ternyata, Inah jadi ketagian..” dan Rudi membalasnya dengan kecupan mesra, mereka berpelukan agak lama,Inah menyandarkan pipinya didada Rudi, seolah tak ingin berpisah, seperti sepasang kekasih yang sedang dilanda asmara.

Inah merasakan bahagia berada dipelukan Rudi, bersama Rudi ia merasakan kebahagian sex sejati, kenikmatan sejati, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, saat memeluk Rudi ia merasa tak ingin berpisah dgn Rudi, ia ingin terus mendapatkan sensasi-sensasi sex yg lebih mengasikan, lebih mendebarkan dan lebih extrim dan tentu semuanya pasti mengasikan, dan baginya Rudi tentu bisa memberikan itu semua.

“Hai..nah koq kamu ngalamun sih..ingat aku belum klimaks nih..” teguran Rudi membuyarkan lamunan Inah.
“Iya nih om,aku juga belum nih, ayo dong ngentot lagi,Inah juga udah gak tahan..” jawab Inah manja.
Masih dalam posisi posisi berdiri, sementara Inah juga masih memeluk Rudi,Rudi memasukan batang kontolnya kedalam memek Inah dengan bantuan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya mengobel lubang anus Inah dengan jari telunjuknya.

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

“Ahhhhhh…iya terus om,masukin kontol om kedalam memek Inah, yang dalem ya om…”
Inah semakin erat memeluk Rudi manakala Rudi mulai menekan kedalam batang kontolnya hingga tandas masuk kedalam liang vagina Inah, dalam posisi sama-sama berdiri.

Inah mendesah merasakan nikmat sambil melumat bibir Rudi,sehingga mereka saling berciuman.Rudi membalas ciuman Inah dengan rakus sambil memompa pantatnya maju mundur,sementara jari telunjuk kirinya masih ditancapkan sambil dicolok-colok didalam anus Inah,dan tangan kanannya meremas sebelah kanan pantat Inah.

Lubang vagina Inah yang sudah basah membuat suara berkecipakan saat Rudi memompa keluar masuk batang zakarnya clooopp….clooop…cloopp…. begitulah bunyi yang bagi mereka terdengar bagaikan irama yang indah,yang memacu semangat mereka dalam berpacu dengan kenikmatan.

“Aaahh terusss ooom…asiiiiikkk… sambil dikobel terus pantat Inah ya om…”
“Iya sayang…dalam posisi seperti ini, lubang memekmu terasa lebih legit, batang kontolku serasa dijepit” Rudi sesekali memejamkan matanya merasakan nikmat batang zakarnya menembus vagina Inah,sambil mencabut telunjuk kiri yang menancap didalam anus Inah dan menggantinya dengan menancapkan telunjuk kanannya, mungkin dirasa agak pegal,dikarnakan hampir sepuluh menit mereka beraksi seperti itu.

Masih dalam posisi seperti itu, kini Rudi mengangkat tubuh Inah, sehingga Rudi menggendong Inah, Inah merangkul sebelah belakang leher Rudi, dan kedua kakinya menjepit pinggang Rudi, sementara kedua tangan Rudi menumpu pantat Inah.

“Aahhh…asik juga ya oom..Inah baru kali ini ngentot sambil digendong..ahh..terus goyang om…..aaaaaaaahhhh…”
“Ooh..iya,tentu kamu harus merasakan semua posisi-posisi yang mengasikan,sehingga kamu bisa menikmati surga dunia yang kita ciptakan ini sayang….” Jawab Rudi sambil terus memompa maju mundur pantatnya,sambil membopong tubuh montok Inah yang lumayan berat.

Sudah lima menit mereka bersetubuh dengan cara itu,lalu dengan posisi masih seperti itu,Rudi berjalan mengelilingi taman, dalam berjalan tersebut dirasakan nikmat tersendiri oleh Inah, karna setiap langkah yang dilakukan oleh Rudi, terasa dorongan –dorongan lembut kedalam liang vagina Inah,berbeda dengan goyangan memompa yang dilakukan dengan maju mundur dengan keras, kali ini ada sensasi yang berbeda, ada sensasi yang romantis, sehingga Inah memejamkan matanya saat Rudi berjalan mengelilingi taman.

Rudi sadar dengan apa yang dirasakan Inah,maka Rudi menambah keromantisan tersebut dengan bisikan-bisikan lembut pada telinga Inah.

“Bagaimana sayangku..apakah kamu bahagia saat ini..kamu terlihat cantik sekali dalam keadaan seperti ini sayang…” lalu di sertai dengan menjilati kuping Inah,merambat sampai keleher. Hingga Inah terbuai dengan perlakuan lembut Rudi.

“Achhhhhhh….enaakk..om.. Inah ingin begini terus..om,selamanya..sampai kiamat kalau perlu om..” rintih Inah,sambil matanya setengah terpejam menahan nikmat, sukmanya bagaikan terbang keawang-awang, jiwanya bagaikan dialam mimpi,mimpi yang indah dan nikmat.

Rudi masih terus berjalan mengelilingi taman,sambil sesekali berlari-lari kecil sehingga tubuh Inah ikut berguncang-guncang, saat berguncang itu batang kontol Rudi serasa agak menyodok-nyodok liang memek Inah.

Cukup lama Rudi beraksi seperti itu peluh sudah membasahi sekujur tubuhnya, serasa agak letih juga staminanya ditambah lagi bobot tubuh Inah yang montok dan seksi lumayan berat, akhirnya Rudi berhenti sejenak.
“Nah..kita ngaso’ dulu ya..aku capek nih..tolong kamu ambilkan air putih,aku haus..” perintah Rudi sambil menurunkan tubuh Inah.

“Yah…sebutulnya Inah sih..masih pingin terus om..tapi kalau om capek ya..apa boleh buat deh..tunggu ya om Inah ambil minum..untuk om sayang…” lalu Inah pergi kedapur sambil terlebih dulu ia tarik batang kontol Rudi dengan nakal, sampai Rudi terpekik kaget.

Setelah lima menit mereka istirahat sambil berbaring direrumputan,Rudi berbisik kepada Inah.
“Ayo sayang..kita lanjut lagi,masih dengan gaya seperti tadi,tapi kali ini yang aku entot lubang pantatmu oke..” sambil tangan Rudi mengobel-ngobel lubang anus Inah, yang berbaring telungkup disamping Rudi.

“Wow..setuju sekali om..pasti asik..deh…” jawab Inah seraya berdiri terlebih dahulu dan menarik lengan Rudi yang masih berbaring,tak sabar ingin segera melakukan permainan yang ditawarkan oleh Rudi.
“Aduhh…sabar dulu dong..sayang, tangan ku bisa putus nih..”
“Cepetan dong..om, Inah udah kepingin nih…” rajuk Inah tak sabar.

Lalu mereka berpelukan sambil berdiri,tangan kiri Rudi mencolok-colok lubang pantat Inah,sesekali meludahi tangannya sendiri dan mengoleskannya keanus Inah dengan maksut untuk memberi pelumasan bagi lubang anus Inah.

Kemudian mengangkat paha kanan Inah dengan tangan kanannya,dan mencoba memasukan batang kontolnya kedalam lubang pantat Inah,agak sulit memang,namun dengan bantuan Inah yang menuntun batang kontol Rudi untuk memasuki lubang anusnya, akhirnya masuk juga batang kontol Rudi dengan mantap didalam anus Inah.

Lalu Rudi mengangkat paha Inah sebelah kiri,sehingga tubuh Inah dibopong oleh Rudi,seperti pada permainan sebelumnya, bedanya sebelumnya yang dimasuki kontol Rudi lubang memek, tapi kali ini adalah lubang anus Inah.
Kedua kaki Inah menjepit pinggang Rudi,sambil kedua tangannya memeluk bagian belakang leher Rudi.

“Aaachh…asik om, ayo om…goyang yang kuat lubang dubur Inah…zzzzzz…aaahhhh..”

Inah menggelayut mesra dalam gendongan Rudi sambil menikmati lubang anusnya yang dipompa maju mundur oleh Rudi, Rudipun mulai memompanya dengan gerakan yang keras dan cepat sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras akibat benturan pantat Inah dengan tubuh Rudi..plok…plok…plok… hingga tubuh Inah sampai terguncang-guncang dalam gendonagan Rudi.

Sesekali Rudi Rudi berhenti sejenak untuk mengoleskan batang kontolnya dengan air liur agar tidak terlalu serat,sehingga memudahkan keluar masuknya batang kontol Rudi didalam anus Inah.

Lebih dari lima menit Rudi memompa lubang anus Inah,kemudian ia menghentikan gerakannya dan berjalan mengitari taman sambil batang kontolnya tetap tertancap didalam anus Inah, Inah bergelayut manja dalam gendongan Rudi sambil memeluk dan mengecup bibir Rudi,dan disambut ciuman Inah oleh Rudi dengan mesra,sehingga mereka saling berciuman.dan Rudi merasakan batang kontolnya yang berada didalam anus Inah begitu hangat dan nyaman.

“Bagaimana sayang..kamu menikmatinya…” bisik Rudi lembut sambil melangkah dengan lambat dan sesekali menjilati dan menghisap payudara Inah yang lumayan besar dan montok.
“Iya..om assssiiiik…terus ya om yang lama..Inah bahagia sekali..om..” jawab Inah manja.

“Yang asik apanya sayang..” Tanya Rudi menggoda, sekedar utk menghangatkan suasana.
“Ini lho..om,yang ada di dalam lubang pantat Inah…”jawab Inah lembut.
“Apaan sih..yang ada didalam lubang pantat Inah..”

“Kontol om Rudi..yang besar itu lho..om,yang rasanya gurih dan nikmat..”
“Kamu suka dengan kontolku sayang..kontolku sekarang ada dimana sayang…”
“Ada didalam lubang pantat Inah…” jawab Inah setengah berbisik ditelingan Rudi.

“Dimana sayang…” tanya Rudi lagi, Rudi memang sangat menyukai kata-kata vulgar yang keluar dari lawan mainnya,karna kata-kata seperti itu menambah kehangatan dalam bersenggama,sehingga Rudi suka sekali memberi pertanyaan-pertanyaan kepada Inah dengan harapan mendapat jawaban dengan kata-kata yang vulgar.

“Didalam lubang pantat Inah om..lubang anus Inah..lubang dubur Inah…” Inah sengaja menjawab dengan cara seperti itu dan dengan tempo yang lambat serta mulut yang ditempelkan kewajah Rudi,karna Inah tau dan paham dengan apa yang dirasakan dan diinginkan oleh Rudi.

“Sekarang lubang pantat Inah lagi diapain,sayang…”
“Lagi dientot om..disodomi..dimasukin pakai kontol om,yang legit itu..” jawab Inah,sehingga Rudi semakin terbuai oleh perkataan-perkataan Inah.

Lalu Inah memberikan gerakan mengempot,dan sedikit menyedot-nyedot pada lubang anusnya,sehingga otot-otot anusnya seperti memijit-mijit dengan halus batang kontol Rudi,sehingga Rudi menghentikan langkahnya untuk menikmati empot ayam dari otot-otot anus Inah yang memijit-mijit batang kontolnya.

“Aaaaahh…asiik..Inah…terus sayang…seperti disurga rasanya..kontolku seperti disedot-sedot…aahhh..” Rudi menikmatinya sambil memejamkan matanya,sementara Inah semakin bersemangat melakukan aksi empot ayamnya.

Beberapa saat kemudian Rudi menurunkan tubuh Inah dari gendongannya,dan melepaskan batang kontolnya yang menancap didalam anus Inah.

“Cepat…nah..kamu nungging,aku udah gak tahan nih…empot ayam kamu enak nanget sih..” sambil mendorong tubuh Inah agar cepat menungging.
“Iya om..Inah juga udah mau keluar nih…”

Segera Inah berdiri menunggingkan pantatnya dan tangannya berpegangan pada pohon,Rudi langsung menancapkan batang kontolnya kedalam lubang memek Inah,dan langsung memompanya maju mundur dengan kekuatan dan kecepatan maksimal,hingga tubuh Inah ikut terguncang maju mundur,sesekali kepala Inah terbentur batang pohon yang ia pegang.

Jrroot…jrroot…jrroott..begitulah suara yang ditimbulkan akibat kuatnya goyangan Rudi dan liang memek Inah yang sudah basah oleh cairan, Rudi terus memompa sambil kedua tangannya meremas-remas pantat Inah,sehingga Inah telah hampir mencapai puncak kenikmatan,ia meremas batang pohon yang ia pegang dengan kuat manakala sekujur tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki mulai dijalari kenikmatan akhir yang tiada tara,dan pada puncaknya ia berteriak panjang bagaikan seekor sapi betina yang disembelih.

“…Aaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh….aku keluar om…aaaaammmpuuuuuun…”
Liang vaginanya basah oleh cairan nikmat yang keluar sehingga bunyi yang keluar menjadi lebih berkecipak. Inah menikmati sisa-sisa kenikmatan sambil memejamkan mata,dan tubuh agak terkejang –kejang, sampai pada akhirnya senyum kepuasan tersungging diwajahnya yang manis.

Rudi muli mengejang dan memejamkan matanya sambil mulutnya menganga dan diakhiri juga dengan teriakan keras.
“Aaaacccccchhhhhhhhhhhh….cepet nah, kamu jongkok..” Rudi melepaskan batang kontolnya yang menancap didalam memek Inah sambil tangannya menjambak rambut Inah agar cepat-cepat berjongkok,Inah agak kaget dan segera berjongkok.

“Tengadahkan kedua tangan kamu..cepat..” perintah Rudi sambil mengocok-ngocok batang kontolnya,Inah segera mentengadahkan kedua tangannya seperti orang mengemis.

“Aaaaaaaahhhh…ini nah…terima semua air maniku…aaaaaaaaaaahhh….”akhirnya Rudi mencapai klimaks dengan menyemburkan sperma pada kedua telapak tangan Inah,sementara Inah menyambutnya dengan antusias,cukup banyak seperma yang berada ditelapak tangan Inah begitu harum aromanya sperma itu bagi Inah,ketika ia menghirup aromanya dan menarik nafasnya dalam-dalam sambil memejamkan mata menikmati harumnya aroma sperma Rudi,sehingga tak sabar Inah untuk melahapnya.

Sampai akhirnya air mani Rudi habis sampai tetes yang terakhir, berpindah seluruhnya ditelapak tangan Inah, wajah puas terpancar pada raut muka Rudi.

“Wuiih..benar-benar nikmat sekali..ayo nah, tunggu apa lagi, kamu boleh nikmati air maniku itu sayang..tapi sebelumnya aku beri kamu sedikit bonus…” sambil Rudi meludahi telapak tangan Inah yang penuh dengan air maninya, sehingga air mani itu bercampur dengan air ludah Rudi yang ia katakan sebagai “bunus” tersebut.

“Terima kasih…om sayang…”jawab Inah lalu dengan rakusnya ia lahap sperma yang dicampur dengan air liur Rudi, pertama-tama ia hirup sampai berbunyi..srrryyuuupp..dan ia telan, lalu sisa-sisa yang menempel ditelapak tangan ia jilati,dan terakhir ia kulum satu persatu jari-jari tangannya untuk menikmati sisa-sisa sperma yang masih melekat, setelah dirasakan tak ada lagi yang tersisa, ia raih batang kontol Rudi yang sudah tidak tegang lagi dan ia hisap sisa-sisa sperma yang masih melekat, namun masih belum puas, lalu ia mematap Rudi.

“Om..bonusnya lagi dong…” seraya mulutnya mangap keatas, Rudi mengerti apa yang dimaksut dengan “bonus” tersebut, dan Rudi sedikit menunduk sehingga wajahnya kira-kira 20cm diatas mulut Inah yang menganga,dan ia tumpahkan beberapa kali air liurnya kedalam mulut Inah yang menganga tersebut, Inah langsung menelannya dengan rakus.

“Aaaaaahhh…nikmat sekali om..segaaaaarr…” seraya Inah mengangkat tangannya agar Rudi menariknya, Rudi segera menariknya,hingga Inah berdiri dan langsung dipeluknya dengan hangat,merekapun berpelukan dengan mesra dengan wajah-wajah yang memancarkan senyum kepuasan.

Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari arah pintu belakang, sehingga membuyarkan pelukan Rudi dan Inah.
Rupanya itu adalah suara tepuk tangan Linda yang memberi aplus, ternyata tanpa disadari oleh Rudi dan Inah, sudah semenjak tadi Linda menyaksikan permainan mereka dari balik jendela.

“Wow..bravo…bravo…luar biasa, permainan yang betul-betul mendebarkan…” puji Linda sambil bertepuk tangan.
Inah tersipu-sipu malu mengetahui kalau Linda ternyata menyaksikan adegan mereka, namun Rudi santai saja, malah merasa tersanjung oleh pujian Linda.

Lalu dengan tubuh yang juga masih telanjang bulat,Linda menghampiri Rudi dan Inah.
“Tos dulu dong rud…kamu juga Inah..tos dulu..” seraya tangannya diangkat dan meminta untuk saling berbenturan telapak tangan dengan Rudi dan Inah,sebagai yang ia sebut “tos” tadi. Rudi segera membalasnya, setelah itu Inah, walaupun dengan malu-malu.

Akhirnya mereka bertiga beristirahat sambil duduk-duduk dirumput taman,Rudi berbaring dirumput taman sambil mendengarkan ocehan Linda, yang dengan serius memberi saran dan masukan kepada Inah tentang permainan sex yang barusan ia lakukan, seperti seorang sutradara yang memberi arahan kepada sang aktor. Seperti “kamu tadi udah bagus begitu…tapi seharusnya kamu begini…” atau “lain kali kalau lawan main kamu begini..kamu harusnya begitu….”

Begitulah beberapa arahan yang diberikan oleh Linda kepada Inah, sambil sesekali disertai peragaan dengan gerakan tubuh.

Rudi hanya tersenyum mendengar ocehan Linda sambil menikmati sebatang rokok yang ia hisap.
“Lin…kamu mendingan jadi sutradara film porno aja,kamu punya bakat tuh..” celetuk Rudi menggoda,disertai dengan tertawa kecil.

“Aku bukan sutradara rud, tapi kameramen,karna tanpa sepengetahuan kalian,tadi aku telah menyuting adegan kalian yang sedang beraksi dengan handycam..hi..hi..hi..hi…”
Jawab Linda sambil menarik-narik lembut batang kontol Rudi yang sudah layu.

“Ah..sialan kamu lin,kenapa kamu enggak bilang-bilang sih..” protes Rudi.
“Kamu juga, kenapa berasyik masuk sama Inah disini, gak ngajak-ngajak aku…” jawab Linda manja.
“Habis kamu tadi udah loyo sih..” bela Rudi.

Hampir satu jam mereka melepas lelah sambil berbincang-bincang, sesekali disertai dengan tawa dan canda, akhirnya mereka mandi bersama sore itu dikamar mandi belakang.

Cerita Dewasa – Aku, Pembantu dan Suamiku

Leave a Reply