Cerita Dewasa – Tubuh Molek Tante Rita

Cerita Dewasa - Tubuh Molek Tante Rita

Cerita Dewasa – Tubuh Molek Tante Rita

“Yank…”, Tante Rita memanggil dari arah kamar mandi. Tubuhnya hanya terbungkus handuk yang terlilit di pinggangnya. Handuk itu tak cukup besar untuk menampung tubuhnya yang semok menggiurkan itu. Sehingga ada beberapa bagian tubuhnya yang terlihat seperti paha dan payudara yang seolah mau melompat keluar. Sekali lagi aku terbius oleh pemandangan yang dia tawarkan.

Sebentar…sebentar…ternyata ada bahan lain yang menempel ditubuhnya. Rupanya dia tidak lupa pesananku. Tante Rita memakai bh hitam kesukaanku. Dia terlihat makin seksi dan menggairahkan. Menggoda libidoku untuk segera menyetubuhinya. Tante segera menyusulku di ranjang dan mencium keningku. Aku selalu tergoda untuk melihat payudara indah itu. Bulat, putih, urat tipisnya sedikit terlihat. Sekarang tante rebahan di sampingku.

“Maaf ya sayank, nunggu lama. Kan biar perfect”, kata tante.
“Gak papa kok. Kalau hasilnya seperti ini aku rela menunggu hehe”, jawabku.
“Trus sekarang Yogi mau apa?” tanyanya.
“Hmm…apa ya? Aku mau…..ini”, kataku sambil membelai payudaranya.

Gumpalan daging kenyal itu aku remas-remas dari luar bh hitamnya. Sesekali aku selipkan tanganku masuk kesana. Membelai belahannya dan menggoda putingnya yang sudah menjulang menantang. Handuknya aku plorotin.

“Ehmmm…..nakal ya kamu. Udah gak tahan ya sayank?”.

Aku tak menjawab. Masih konsen menggarap lahanku itu hehe. Belaianku turun ke perutnya yang sudah agak buncit tapi masih halus. Masih terlihat sisa-sisa kejayaannya sebagai model majalah dewasa. Sambil posisi miring aku tatap wajahnya, berharap dia menawarkan bibirnya untuk dilahap. Tante memang cerdas.

Dia langsung memonyongkan bibirnya untuk aku hisap. Tanpa basa basi aku lumat bibirnya, lidahnya aku isep-isep. Puas di perut, belaian tanganku mulai merambah ke bawah perut. Tanteku yang seksi ini ternyata udah shaving gan. Halus mulus gak pakai jembie.

Aku jelajahi wilayah itu, ku belai mesra. Aku cari-cari itilnya buat aku kerjain. Tante kayaknya ngerasain efeknya deh. Isepan bibirnya jadi tambah agresif. Aku gak mau buru-buru. Sementara aku lepasin dulu memeknya dan lumatan bibirnya.

Kali ini aku pengen tante posisi di atas. Dia setuju. Tubuh tante emang lumayan lebar, kalo masalah umur emang gak bisa nipu gan. Tapi justru itu yang bikin aku napsu banget pengen bercinta ma dia. Tante menatapku, wajahnya udah kliatan kalo nahan napsu. Aku pegang pantatnya trus aku goyang-goyang pelan. Susunya juga ikut goyang.

Gak tahan liatnya akhirnya tubuh tante aku peluk erat. Susunya nempel erat di dadaku.
Aku bisik pelan ke telinganya “Aku sayank ma tante”.
Dia manggut-manggut pelan.

Cerita Dewasa – Tubuh Molek Tante Rita

Dalam posisi kayak gitu aku remas-remas bongkahan pantatnya. Bahunya yang tebal aku cium-cium dan sesekali aku gigit pelan. Dia terima saja dengan perlakuanku. Gak tahan dengan posisi itu, kontolku jadi kenceng. Apalagi kejepit perut tante. Remasan tanganku di pantatnya mulai berevolusi menjadi belaian di belahan pantat itu. Aku masukin lebih dalam dan tante sedikit tersentak. Sepertinya aku nyenggol klitorisnya deh.

Tante mendesah…desahannya terdengar sampai telingaku. Buatku makin bersemangat mengerjai itil tante. Tanganku tambah agresif menggesek-gesek itil tante Rita. Aku merasakan tubuh tante menggelinjang perlahan.

“Ada yang ganjel di perutku yank…”, katanya.
“Iya yank…aku udah ngaceng”. Lalu tante Rita bangun dan duduk di perutku.
“Coba liat donk sayank. Ooowhh….udah keras yank. Memekku udah gatel pengen digerus pakai kontol kamu.” “Masukin sekarang ya tanteku sayank.”

Tante Rita mengiyakan. Dia sedikit mengangkat tubuhnya untuk ngepasin memeknya dengan kontolku. Aku gesek kontolku di depan memeknya. Kontolku ikutan geli kena senggol itil tante yang udah nongol seperti jengger ayam. Tante mendongak ke atas, mulutnya menganga.

Ingin banget ku lumat bibirnya tapi gak bisa. Gak nyampe. Yang ada sekarang payudaranya yang pas di depan mukaku. Aku lebih suka susunya masih dibungkus bh. Lebih napsuin dan keliatan montok. Punggungnya aku elus-elus agar tante merasa agak rileks.

Karena bh-nya masih dipake, elusanku kadang-kadang nyenggol tali bh dan sialnya, itu menambah sensasi nikmat ngelonin tante. Tante Rita sedikit menggeliat untuk membenahi posisinya. Tubuhnya diangkat sedikit buat ngepasin memeknya agar kontolku bisa masuk tanpa halangan.

Karena payudaranya udah pas di mukaku, kayaknya kurang afdhol kalo gak aku kerjain. Pepaya menggantung itu nampak sangat menggoda. Bh-nya aku angkat ke atas sehingga payudara itu keliatan seperti sedang mengintip dari bawah. Putingnya udah coklat kehitaman dan nongol banget. Bibirku mulai gatel untuk beraksi. Seperti bayi, aku nyusu sama tante. Kulit susunya terasa hangat di bibirku.

“Ooowhh…sshhh….”
Tante mendesah. Arus bawah mulai tak terkendali. Memek tante kerasa nyedot-nyedot kontolku. Reflex aku goyang naik turun nyesuaiin goyangan tante Rita.

Elusan tanganku yang makin kasar di punggung tante membuat tali bh itu kusut dan terlepas. Payudara indah itu pun sekarang tak terhalang apapun lagi. Aku benamkan wajahku di belahannya. Genjotan kontolku makin liar.

Crup…crup…crup….bless…!!! Suara kontol dan memek beradu yang sudah berlumuran pelumas cinta makin terdengar. Mata tante sudah begitu sayu. Terpejam dan kepalanya bergerak tak beraturan. Nafasnya memburu.

“Hmm….sshhh….oowwhhhgghhh…!!!” desahnya seolah menyemangatiku.
Tempo sengaja aku atur agar permainan cinta ini tidak membosankan buat tante yang sudah berpengalaman. Sesekali aku hentak memeknya sehingga tubuh tante agak mengejang dan berkontraksi. Namun ada kalanya aku genjot perlahan biar dia ada waktu untuk istirahat.

“Tanteku sayank…capek ya?” bukannya dijawab, tante malah melumat bibirku.
Lidahku kena garap lagi nih. Kalah lincah ma tante, lidahku kena gulung berkali-kali. Diisep-isep sampe lemes. Tanganku masih berkutat di punggung tante. Membelainya mesra.

Cerita Dewasa – Tubuh Molek Tante Rita

Dari bawah, aku gencarkan serangan yang sempat melemah tadi. Kontolku yang sudah berada pada jalurnya segera ku pompa dengan cepat. Sreeettt…srrrtt…..kulit memek tante dan kontolku terasa saling gesek. Tak kalah mesra dengan empunya. Tubuh tante mengejang-ngejang. Goyangan pantatnya mulai tak pasti.

“Yooogiii…..aawwgghh…sshhhhh!!! tante memanggil namaku.
Sesekali tante menggigit bibir bawahnya. Kulit kontolku merasa sedang nyenggol sesuatu yang kenyal. Pasti itu itil tante Rita. Merasa sudah menguasai keadaan, aku makin semangat ngentotin tante. Genjotanku konstan. Kencang dan kasar. Tante Rita memelukku.

Emutanku di susunya pun terlepas dan sekarang gundukan daging kenyal itu terjepit di dadaku. Sekarang wajahnya terlihat jelas. Hembusan nafasnya terasa di mukaku. Wangi dan hangat. Aku coba menjilat bibirnya. Tante pun paham. Dia segera memagut bibirku dan mengulum lidahku lagi. Konsentrasiku terpecah.

Namun demikian tetap ku atur gerakan kontolku di dalam memek tante Rita agar dia tetap horny. Pagutannya tidak berubah dibibirku. Artinya mood tante tetap terjaga. Kontolku serasa di-massage oleh memek si tante. Agk senut-senut dan sedikit gatel tapi bikin geli juga. Cairan pejuku terasa sudah mengantri ingin nyemprot keluar.

Makin gak tahan dengan servis memek tante Rita. Beneran asik banget. Sejak pertama kali ngentotin dia, sampe sekarang….gak ada yang berubah. Sedotannya masih kenceng. Tanpa buang tempo lagi aku genjot memek tante Rita. Pinggulnya aku buat pegangan biar mantap. Jleeb…jlebbb…jleebb….suara perut tante yang berkeringat beradu dengan perutku.

“Aaahh…ahh..sshhh….eemmmgghh….yoooggkkhhiiii” erangan tante makin tak jelas. Kontolku juga tak mau diam. Bersama memek yang basah kuyup membuat suara-suara yang merdu menggoda nafsu. Crruuuppp…cruuupp….. menimbulkan imajinasi bagi setiap yang mendengarnya.

“Tante keluar sayaaank….emmgghh….” kata-kata tante ini harus disikapi dengan sigap nih. Genjotanku menghentak-hentak tanda mencapai klimaks. Dan……seerrrr……cruuut…cruuuut…..pejuku membanjiri memek tante. Membuatnya makin merah dan mengkilap.

“oooowwwhhhh……aku sayaaank sama yoggiii….” Serunya mengiringi orgasmenya. Aku juga sayank ma tante, jawabku. Dia masih memelukku erat seolah tak mau lepas. Masih berkeringat, masih dengan aroma tubuh yang khas, dan kontol yang masih menancap di memek wanita setengah baya itu.

Nafas tante sudah mulai teratur lagi. Kesasdarannya pulih. Tapi dia masih tergila-gila denganku. Plup..! kontolku lepas dari memeknya. Kembali ke ukuran semula. Tante turun dari tubuhku. Sekarang dia disampingku. Kami saling memandang.

“Makasih ya Yogi.”
“Sama-sama tante”.

Tiba-tiba tante tanya “Boleh tante tanya?”.
“Boleh tan. tanya apa?.
“Kamu sayank ma tante gak?”
“Iya sayank dunk. Kalo gak sayank masak mau ngelonin tante hehe”.

“Hmm….bcanda aja kamu.”
“Ngambek ya? Jangan ngambek dong…” kataku sambil nyolek payudaranya.

“Iya….” Jawabnya sambil pasang wajah ngambek. Lucu banget deh.
“Emang kenapa sayank? Kataku serius.

“Tante pengennya tiap tante pengen, kamu selalu siap buat tante.”
“Hmm….mau gak ya? Gantian aku jawab dengan sok ngambek.
“Ya udah kalo gak mau.”
“Waduh mati aku. Bisa nganggur nih “joni”ku.”

“Biarin. Rasain tuh. Diajak enak gak mau.”
“Iya deh tanteku sayaaaank…..aku siap melayani tante. Tinggal chat atau telpon ajah. Berbagai gaya aku mau kok.”

“Beneraaaan?” Tanya tante antusias.
“Iya serius. Suer deh.”
“Itu yang tante mau.”

Karena gemas, aku cium ujung putting tante. Tante hanya diam saja. Mungkin menikmati suasana sebelum aku pergi.
Sejenak kami melepas lelah dengan ngobrol di ranjang yang hangat itu. Aku tak rela cepat-cepat beranjak meninggalkan tante dengan tubuh moleknya.

Cerita Dewasa – Tubuh Molek Tante Rita

Leave a Reply